Share

27 Penyelundup Narkoba Tewas di Perbatasan Yordania-Suriah

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 18 2539355 27-penyelundup-narkoba-tewas-di-perbatasan-yordania-suriah-fHj7jzk9vX.jpg 27 penyelundup narkoba ditangkap di perbatasan Yordania-Suriah (Foto: Angkatan Bersenjata Yordania)

DUBAI - Tentara Yordania membunuh 27 penyelundup narkoba bersenjata ketika mereka mencoba memasuki negara itu dari Suriah pada Kamis (27/1).

Juru bicara militer dalam sebuah pernyataan mengatakan penyelundup didukung oleh kelompok bersenjata yang berhasil melarikan diri kembali ke wilayah Suriah.

Dia mengatakan narkotika dalam jumlah besar disita dari tempat kejadian perkara (TKP).

Pernyataan militer mengatakan mereka bertemu dengan penyelundup di berbagai front di perbatasan dengan Suriah dan ada beberapa operasi terkoordinasi untuk menjatuhkan mereka.

Juru bicara militer lainnya mengatakan kepada CNN, belum jelas jenis narkoba apa yang disita. Juru bicara tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya berdasarkan protokol Angkatan Darat Yordania, mengatakan bahwa kondisi cuaca bersalju telah memperlambat penyelidikan.

Baca juga: Disembunyikan dalam Samsak Tinju, Narkoba Senilai Rp425 M Berhasil Diungkap

Pihak berwenang Yordania mengatakan mereka telah menyita semakin banyak obat-obatan yang ‘membanjiri’ dari Suriah dalam beberapa tahun terakhir, dan para pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan meningkatnya jumlah insiden keamanan terkait dengan penyelundupan narkoba Suriah.

Baca juga: Polisi Tangkap 19 Penyelundup Narkoba, 1 Orang Ditembak Mati

Jumlah obat-obatan yang disita pada 2021 mencapai dua kali lipat pada 2020, menurut angka tentara. Biasanya setiap Januari ditetapkan sebagai rekor bulanan untuk penangkapan narkoba.

Angkatan Bersenjata Yordania mengatakan bulan ini saja lebih dari lima juta pil Captagon yang dibawa ke Yordania dari Suriah telah disita.

Captagon adalah stimulan yang umum digunakan sebagai alternatif amfetamin dan metamfetamin di Timur Tengah. Ini juga digunakan di beberapa negara yang berbatasan dengan Uni Eropa.

Captagon awalnya nama merek untuk produk obat yang mengandung fenethylline stimulan sintetis. Menurut Pusat Pemantauan Narkoba dan Ketergantungan Eropa, meskipun tidak lagi diproduksi secara legal, obat-obatan yang membawa nama Captagon secara teratur disita di Timur Tengah.

Pihak berwenang Yordania menuduh ISIS memproduksi obat tersebut dan menjualnya untuk membiayai kegiatan teroris. Pada 2015, seorang pejabat AS menuduh kelompok teror itu memberikan obat itu kepada para pejuangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini