Share

Perempuan AS Gunakan Dana Bantuan Covid-19 untuk Sewa Pembunuh Bayaran

Rahman Asmardika, Okezone · Jum'at 18 Februari 2022 10:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 18 18 2549229 perempuan-as-gunakan-dana-bantuan-covid-19-untuk-sewa-pembunuh-bayaran-IQDP063Ej1.jpg Foto: Reuters.

MIAMI - Seorang wanita dari Florida, Amerika Serikat (AS) diduga menghabiskan sebagian dari pinjaman bantuan Covid-19 senilai USD15.000 (sekira Rp215 juta) untuk menyelesaikan “masalah lama” dengan menyewa seorang pembunuh bayaran untuk membunuh seorang wanita yang telah berkencan dengan mantan pacarnya. Berita itu dilaporkan oleh The Miami Herald pada Selasa (15/2/2022), mengutip surat perintah penangkapan polisi Miami-Dade yang dikeluarkan pada 9 Februari.

Tersangka, yang diidentifikasi sebagai Jasmine Martinez, (33 tahun), menerima pinjaman sebagai bagian dari Program Perlindungan Gaji pemerintah AS pada 20 April 2021, hanya dua minggu sebelum pembunuhan Le'Shonte Jones, (24 tahun), yang ditembak mati dalam perjalanan ke rumah, demikian disebutkan dalam surat perintah penangkapan tersebut.

Martinez juga melakukan penarikan dari rekening banknya lebih dari USD10.000 (Rp143 juta) hanya beberapa hari sebelum pembunuhan, tambah polisi. Pekan lalu, aparat penegak hukum juga menangkap seorang pria bernama Javon Carter, mantan narapidana yang diyakini sebagai pembunuh bayaran dalam kasus ini.

Polisi telah menemukan video di teleponnya yang menunjukkan dia menghitung "sejumlah besar" uang hanya beberapa jam setelah pembunuhan dan mengatakan: "hanya satu hari lagi di kantor".

Carter didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dan percobaan pembunuhan putri Le'Shonte Jones yang berusia tiga tahun, yang sedang berjalan bersamanya pada saat kejadian. Balita itu "diserempet" oleh peluru selama serangan itu, kata polisi sebagaimana dilansir RT.

Aparat penegak hukum juga telah menangkap Martinez dan Romiel Robinson, seorang pria yang menjalin hubungan dengannya, Miami Herald melaporkan, mengutip surat perintah polisi minggu lalu. Keduanya telah didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama dan konspirasi untuk melakukan pembunuhan. Polisi percaya bahwa pembunuhan Jones adalah puncak dari persaingan lama antara kedua wanita itu.

Baca Juga: Dukung Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Kabupaten Morowali Hibahkan Tanah ke KKP

Pengacara Martinez, Fallon Zirpoli, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kliennya "selalu membantah terlibat dalam tragedi ini sejak pertama kali penegak hukum mendekatinya musim panas lalu". Tidak ada tersangka lain dalam kasus ini yang membuat pernyataan melalui pengacara mereka atau sebaliknya.

Sebagai bagian dari Undang-Undang Bantuan, Pertolongan, dan Keamanan Ekonomi (CARES) Coronavirus 2020, Program Perlindungan Gaji dirancang sebagai program pinjaman swasta berbunga rendah yang didirikan oleh pemerintah untuk membantu bisnis, pekerja mandiri, dan organisasi nirlaba terus membayar tertentu biaya, termasuk gaji dan upah, kepada staf mereka.

Pemerintah mengabaikan sebagian besar prosedur pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk pinjaman usaha. Menurut sebuah study oleh University of Texas di Austin yang diterbitkan tahun lalu, skema itu kemudian disalahgunakan oleh banyak orang.

Miami Herald melaporkan bahwa telah ada indikasi penipuan pada sekira 1,8 juta pinjaman dengan total USD76 miliar, atau sekitar 15% dari semua pinjaman yang diberikan sebagai bagian dari program. 

Dalam dua kasus terkenal sejak Juli dan Agustus 2020, dua pria didakwa melakukan penipuan bank setelah mereka menggunakan pinjaman USD4 juta dan USD1,6 juta untuk membeli mobil Lamborghini mewah, antara lain. Dalam kasus Martinez, tidak jelas apakah dia memiliki bisnis dan bagaimana tepatnya dia mendapatkan pinjaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini