Share

Krisis di Sri Lanka Makin Parah, 2 Orang Meninggal Setelah 4 Jam Antre BBM

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 21 Maret 2022 15:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 18 2565271 krisis-di-sri-lanka-makin-parah-2-orang-meninggal-setelah-4-jam-antre-bbm-5vpr0SEEy5.JPG Pemilik kendaraan mengantre untuk mengisi bahan bakar di pom bensin di Nugegoda, Kolombo, Sri Lanka, 24 Februari 2022. (Foto: Reuters)

KOLOMBO - Polisi Sri Lanka mengatakan pada Minggu (20/3/2022) dua pria pingsan dan meninggal saat menunggu dalam antrian terpisah untuk mengamankan bahan bakar di tengah meroketnya harga yang mengarah ke rekor inflasi.

Kedua orang itu, yang berusia tujuh puluhan tahun, meninggal ketika mereka sedang menunggu bensin dan minyak tanah di dua bagian negara yang berbeda, kata Juru Bicara polisi Nalin Thalduwa di ibukota komersial Kolombo.

Selama berminggu-minggu orang telah mengantre di pompa, seringkali selama berjam-jam, dan negara itu mengalami pemadaman listrik bergilir.

"Yang satu pengendara roda tiga berusia 70 tahun penderita diabetes dan jantung, sedangkan yang kedua 72 tahun, keduanya sudah mengantre sekitar empat jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak," kata Thalduwa.

Pada Minggu Sri Lanka menangguhkan operasi di satu-satunya kilang bahan bakar setelah stok minyak mentah habis, kata Ashoka Ranwala, presiden Serikat Pekerja Umum Perminyakan.

Kementerian energi tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar.

Penggunaan minyak tanah meningkat setelah keluarga berpenghasilan rendah mulai beralih dari gas untuk memasak karena kenaikan harga. Pada Minggu Laugfs Gas, pemasok terbesar kedua di negara itu menaikkan harga sebesar 1.359 rupee (sekira Rp70 ribu) untuk silinder 12,5 kg, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: KKP Pastikan Proses Hukum Pelaku Perdagangan Sirip Hiu Ilegal di Sulawesi Tenggara

Sri Lanka telah berjuang untuk menemukan dolar untuk membayar pengiriman bahan bakar yang semakin mahal sejak Januari, dengan cadangan mata uang asingnya turun menjadi $2,31 miliar pada Februari.

Pada Februari, inflasi Sri Lanka mencapai 15,1%, salah satu yang tertinggi di Asia, dengan inflasi makanan melonjak menjadi 25,7%, data terbaru pemerintah menunjukkan.

Awal bulan ini, bank sentral Sri Lanka mengambangkan rupee yang menyebabkan mata uang itu anjlok lebih dari 30% hingga diperdagangkan pada sekitar 275 rupee per dolar AS.

Harga susu bubuk naik 250 rupee (sekira Rp12 ribu) untuk kemasan 400g pada Sabtu (19/3/2022), mendorong pemilik restoran menaikkan harga secangkir teh susu menjadi 100 rupee.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini