Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Barang Impor, Jokowi 'Semprot' Menkes, Mentan hingga TNI-Polri

Raka Dwi Novianto , Jurnalis-Jum'at, 25 Maret 2022 |11:02 WIB
Soal Barang Impor, Jokowi 'Semprot' Menkes, Mentan hingga TNI-Polri
Presiden Joko Widodo (Foto: Raka Dwi Novianto)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin karena masih melakukan impor alat kesehatan (alkes). Padahal, alkes bisa diproduksi di beberapa daerah di Indonesia.

Jokowi mengungkapkan hal tersebut saat memberikan pengarahan kepada menteri dan lembaga serta kepada kepala daerah tentang aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Bali, pada Jumat (25/3/2022).

"Alkes, menteri kesehatan, tempat tidur untuk rumah sakit produksi saya lihat di Yogyakarta ada Bekasi Tangerang ada, beli impor mau kita terus-teruskan silakan nanti mau saya umumkan kok, saya kalau udah jengkel tak umumin nanti. Ini rumah sakit daerah beli impor, Kementerian Kesehatan masih impor tak baca nanti karena sekarang ternyata gampang banget detil harian bisa saya pantau," ujar Jokowi.

Baca Juga:  Proyek Pemerintah dan BUMN Pakai Barang Impor, Jokowi: Bodoh Sekali!

Jokowi juga geram dengan pengadaan seragam dan sepatu yang dilakukan TNI dan Polri. Dia menyebut pengadaan seragam dan sepatu TNI dan Polri masih impor.

"Seragam dan sepatu, tentara dan polisi beli dari luar. Kita produksi dimana-mana bisa jangan diterus-teruskan," ujarnya.

Jokowi juga menyayangkan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang juga masih melakukan impor traktor. Hal itu dibuktikan Jokowi saat melakukan penanam jagung di Kabupaten Belu, NTT Kamis 24 Maret 2022 kemarin.

"Menteri pertanian apa traktor-traktor kaya gitu bukan hitech aja impor jengkel saya, kayak kemarin yang dari Tambua menanam jagung saya lihat pakai traktor ada Alas Intan saya lihat aduh gaboleh pak menteri gaboleh," katanya.

Baca Juga:  Jengkel! Jokowi Ancam Reshuffle Menteri yang Masih Pakai Barang Impor

Selain itu, Jokowi kecewa bahwa kertas , pensil hingga CCTV masuk dalam pengadaan barang impor. Padahal, menurut UMKM dalam negeri sudah bisa memproduksi barang-barang tersebut.

"Pensil kertas saya cek impor bolpoin ini apa kadang-kadang saya mikir ini kita ngerti gak sih hal-hal seperti ini jangan-jangan gak kerja detil sehingga gak ngerti bahwa yang dibeli itu barang impor. Buku tulis impor jangan ini diteruskan stop sehingga melompat nanti kalau kita semuanya beli produk dalam negeri meloncat pertumbuhan ekonomi kita," katanya.

"Coba CCTV beli impor di dalam negeri ada yang bisa produksi. Apa-apaan ini dipikir kita bukan negara yang maju buat CCTV aja beli impor," tambahnya.

Jokowi menargetkan bahwa belanja pemerintah untuk produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp400 triliun. "Target nanti syukur bisa sebelum Mei yang Rp400 triliun itu bisa tercapai ini akan sangat bagus sekali dampaknya akan kemana-mana," kata Jokowi.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement