Share

Tipu Pejabat di Riau, Editor TV Gadungan Dijebloskan ke Sel

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 25 Maret 2022 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 25 340 2567792 tipu-pejabat-di-riau-editor-tv-gadungan-dijebloskan-ke-sel-L1mzYYUmC8.jpg Editor TV Swasta gadungan ditangkap polisi di Pekanbaru, Riau (Foto: Dok Humas Polresta Pekanbaru)

PEKANBARU - Pria inisial MAA (27) ditangkap polisi lantaran mengaku sebagai Editor Produksi di salah satu media TV swasta. Aksi editor gadungan itu pun berakhir di sel tahanan usai dilaporkan AA (40) yang merupakan salah satu biro TV swasta di Pekanbaru.

Saat ini, kasus MAA sedang ditangani Tim Opsnal Batman Jembalang Sat Reskrim Polresta Pekanbaru. Ia disangkakan terlibat kasus Tindak Pidana pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu.

Baca Juga:  Rafi Vision TV Kabel Jawa Timur Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi melalui Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Andrie Setiawan membenarkan aksi MAA, bahwa telah terjadi upaya tindak pidana pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu.

”Saat ini, pelaku sedang kami amankan atas kasus tindak pidana pemalsuan surat dan atau menggunakan surat palsu, berdasarkan info yang kami terima pelaku berusaha menipu Bpk. Zainal Arifin selaku Kepala Dinas Kesehatan Prov. Riau,” ujar Kompol Andrie, Jumat (25/3/2022).

Baca Juga:  Kasus Robot Trading Evotrade, Polisi Telah Sita Mobil Mewah hingga Moge

Kompol Andrie mengatakan, pelaku ini bertemu dengan Kadiskes Provinsi Riau dengan mengaku sebagai Editor Produksi di salah satu media TV swasta dan menawarkan kerja sama untuk publikasi serta peliputan kegiatan dan iklan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Riau

”Pada Selasa (22/03), pelaku datang ke kantor Dinkes Provinsi Riau dengan menggunakan ID Card palsu dan berjumpa dengan Bpk. Zainal Arifin, saat itu pelaku menawarkan kerja sama untuk publikasi serta peliputan kegiatan dan iklan yang dilaksanakan oleh Dinkes Provinsi Riau dan pelaku diminta untuk menyiapkan surat permohonan kerja samanya,” katanya.

Kemudian, pada Kamis 24 Maret pelaku datang kembali ke kantor Dinkes Provinsi Riau untuk menemui Zainal Arifin. Saat itu, pelaku menyampaikan akan membuat video iklan mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa.

"Dan tersangka mengaku bahwa HP milik tersangka hilang dan meminta uang kepada Bpk. Zainal Arifin sebesar Rp600.000,” katanya.

“Bpk. Zainal Arifin meminta Pelaku untuk menjumpai Humas Dinkes Ibu. Rozita di kantor Dinkes Prov. Riau, kemudian Bpk. Zainal Arifin menghubungi pelapor AA (40) yang merupakan Biro TV swasta Pekanbaru untuk datang ke kantor dan menanyakan kepada identitas dan menggeledah seluruh tas pelaku serta pelapor mengecek ke TV swasta di Jakarta dan ternyata tersangka bukan karyawan PT TV swasta di Jakarta,” imbuhnya.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku terancam Pasal 263 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini