Share

Resmi Dilarang! Skuter Listrik yang Beroperasi di Malioboro Bakal Disita

Erfan Erlin, iNews · Kamis 31 Maret 2022 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 31 340 2570970 resmi-dilarang-skuter-listrik-yang-beroperasi-di-malioboro-bakal-disita-HuGveyJOiZ.jpg Otopet listrik (Foto: Erfan Erlin)

YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X melarang operasional skuter atau otopet listrik. Larangan tersebut dituangkan dalam Surat Edaran Gubernur DIY nomor 551 /4671 yang dikeluarkan pada 31 Maret 2022.

Surat tersebut tentang Larangan Operasional Kendaraan Tertentu Menggunakan Penggerak Motor Listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulya.

Baca Juga:  Kisah Sultan HB IX Sumbang 6,5 Juta Gulden ke Negara, Penerusnya Dilarang Memperhitungkan!

Sultan mengatakan, dalam rangka perwujudan satuan ruang strategis sumbu filosofi diperlukan penataan kawasan, khususnya kawasan pedestrian yang meliputi Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulya. Penataan kawasan tersebut termasuk dalam pengaturan penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik.

"Kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik tersebut meliputi: skuter listrik, hoverboard, electric unicycle, dan otoped listrik," tulis Sultan, Kamis (31/3/2022).

Sultan menambahkan, guna mendukung lalu lintas yang aman, selamat, tertib dan lancar, serta memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki maka tidak diperkenankan penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik di Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Jalan Margo Mulya.

"Penggunaan kendaraan tertentu menggunakan penggerak motor listrik dikecualikan bagi pelaksanaan tugas pihak yang berwenang," ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP DIY, Noviar menambahkan, usai terbitnya SE larangan tersebut, maka mulai hari ini hingga Senin pekan depan, pihaknya akan melakukan sosialisasi terhadap pelaku usaha penyewaan otoped atau skuter listrik tersebut. Di samping itu, mulai hari Senin mendatang bersama instansi terkait mereka akan melakukan operasi penertiban.

"Kita akan melakukan operasi pengawasan dan tindakan langsung terhadap pelanggaran SE ini,"ujar dia.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada pengusaha yang menyewakan kendaraan dengan penggerak motor listrik untuk segera memindahkan unit mereka dari kawasan sumbu filosofis termasuk di sirip-sirip dan kawasan sekitar sumbu filosofis untuk tidak dioperasionalkan.

Noviar menegaskan, operasi penindakan yang dilakukan adalah dengan non yustisi. Di mana, mereka akan mengamankan unit-unit yang kedapatan melanggar SE dan membawanya ke kantor Satpol PP DIY. Nantinya untuk pembinaan akan dilakukan di kantor Satpol PP.

"Sehingga kami mengimbau kepada semua pengusaha untuk memindahkan unitnya dari kawasan tersebut," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini