Share

Pelajar Korban Klitih yang Tewas Disabet Gir Ternyata Anak Anggota DPRD Kebumen

Erfan Erlin, iNews · Senin 04 April 2022 19:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 510 2573164 pelajar-korban-klitih-yang-tewas-disabet-gir-ternyata-anak-anggota-dprd-kebumen-C0UpzpZZRv.jpg Kepala SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta Slamet Purwo (Foto: Erfan Erlin)

YOGYAKARTA - Seorang remaja berinisial DAA, korban aksi klitih di Jalan Gedongkuning, Minggu 4 Maret 2022 dini hari merupakan siswa SMA Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta. Korban ternyata anak anggota DPRD Kebumen.

Hal tersebut diakui Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta, Slamet Purwo. Pihak orangtua sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian perihal kejadian tersebut.

Baca Juga:  Pemuda Tewas Korban Klitih, Polisi Sebut Wajahnya Disabet Gir

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Polda DIY meskipun lokasi merupakan lintas Polsek. "Mudah-mudahan tidak terulang lagi," ujar Slamet ketika ditemui di kantornya, Senin (4/3/2022).

Slamet mengaku kaget kalau anak didiknya menjadi korban klitih. Saat kejadian, korban bersama temannya sedang pergi mencari makan sahur.

DAA merupakan siswa SMA yang ia ampu. Dia adalah siswa kelas XI IPS 3 SMA Muhammadiyah 2 Kota Yogyakarta yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah.

"Saya kaget dengan yang menimpa anak didik saya tersebut. Karena korban adalah anak yang pendiam," tuturnya.

Korban meninggal saat dirawat di Rumah Sakit Hardjolukito. korban meninggal di rumah sakit pukul 09.30. Pihak sekolah juga mengantarkan jenazah ke rumah duka di kebumen.

Baca Juga:  Cerita Warga Gunungkidul Diancam Pelaku Klitih dengan Gear

Namun, karena mereka tidak bisa melaju bersama mobil ambulans hingga akhirnya ia hanya bertemu dengan orangtua korban.

Slamet menuturkan, berdasarkan cerita rekan korban, saat itu korban bersama rekannya sesama siswa SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Ketiganya bukan warga DIY dan kos di belakang Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.

Mereka pergi bertiga menggunakan dua sepeda motor di mana DAA (17) berboncengan dengan DP yang kebetulan nama depan mereka sama dan seorang lagi menggunakan satu sepeda motor lain. Ke mana mereka mencari makan sahur, ia mengaku tak mengetahuinya secara pasti.

"Mereka pergi untuk makan sahur. Tapi di mana saya tidak tahu," kata Slamet.

Saat itu, ketiganya keluar dari kos-kosan hendak mencari makan sahur. Kebetulan pagi harinya mereka berencana untuk pulang ke kampung masing-masing mengingat di sekolah mereka hanya menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh.

"Jadi, minggu ini siswa kelas 10 dan 11 melakukan PJJ. Karena ruangan digunakan untuk ujian kelas 12 dan gurunya juga mengawasi," ujar dia.

Saat mereka berjalan beriringan, ketiganya dibuntuti oleh dua sepeda motor. Dari kaca spion mereka menyaksikan ada sepeda motor yang membututi mereka, mereka langsung berusaha kabur untuk menyelamatkan diri.

Dua sepeda motor siswanya tersebut berpisah. Saat korban sampai di Jalan Gedongkuning, korban mendapat sabetan benda tajam semacam gir dan mengenai kepala. DAA yang membonceng terkena sabetan dan oleh DP langsung dibawa ke Rumah Sakit Hardjolukito.

"DP kemudian berkomunikasi dengan orangtua korban dan orangtua korban menghubungi pihak sekolah. Saat itu juga pihak sekolah langsung meluncur ke rumah sakit untuk melakukan pendampingan," paparnya.

Korban Anggota IPM dan Orangnya Pendiam

Slamet menuturkan DAA memang siswa yang aktif dan normatif. DAA adalah anggota Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) bidang seni. Dia tergolong siswa yang biasa dalam hal prestasi akademik.

Dua temannya yaitu DP dan seorang siswa lagi memang berasal dari luar DIY. Mereka bertiga indekos di belakang Makam Pahlawan Kusumanegara. DP berasal dari Lampung dan seorang lagi berasal dari Luar DIY.

"DP saat itu paginya langsung pulang kampung karena sudah membeli tiket. Kebetulan bapaknya sakit," ujar dia .

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini