Share

Buka Warung di Apartemen Kalibata City, Buron Kasus Pemalsuan Ditangkap

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 05 April 2022 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 05 608 2573452 buka-warung-di-apartemen-kalibata-city-buron-kasus-pemalsuan-ditangkap-3tcPcrLMM3.jpg Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Yos A Tarigan. (Dok Kejati Sumut)

MEDAN - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menangkap seorang buron kasus penipuan. Buron bernama Paulina Ginting (48) itu ditangkap di Apartemen Kalibata City, Jakarta, pada Minggu, 3 April 2022.

"Yang bersangkutan kita tangkap di warung makan di Apartemen Kalibata City. Selama pelarian yang bersangkutan dan anaknya memang bersembunyi di apartemen tersebut sembari membuka warung makan," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut, Idianto melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut Yos A Tarigan, Selasa (5/4/2022).

Yos memaparkan, selama buron, Paulina Ginting yang diketahui merupakan warga Jalan Kapten Sumarsono, No 10A Helvetia/Jalan Karya, Gang Sehati Nomor 28, Kelurahan Karang Berombak, Medan Barat, juga tercatat sebagai warga Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Paulina ditetapkan sebagai buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 24 Agustus 2021. Penerapan DPO Paulina dilakukan oleh cabang Kejaksaan Negeri Deliserdang di Labuhan Deli.

Paulina buron setelah terjerat kasus pemalsuan surat dan penjualan tanah tanpa seizin pemiliknya. Tanah yang dijual Paulina Ginting berada di atas SPBU Pertamina nomor 14.203.1109 di Jalan Raya Hamparan Perak, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang. Akibat perbuatan terpidana, korban mengalami kerugian hingga lebih dari Rp9 miliar.

Dalam proses hukumnya, kasus yang menjerat Paulina telah sampai ke Mahkamah Agung. Dalam salinan Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor: 1104L/PID/2019 Tanggal 12 November 2019 membatalkan putusan Pengadilan Negeri Lubukpakam nomor 2477/Pid.B/2019/PN Lbp dan menyatakan terdakwa Paulina Ginting telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) KUHP, dengan amar putusan pidana penjara selama 2 tahun.

"Namun, pada saat akan dilakukan eksekusi yang bersangkutan diketahui tidak berada lagi di alamat sesuai yang tertera dalam berkas perkara," tuturnya.

Setelah ditangkap, Yos melanjutkan, terpidana diserahkan ke Cabjari Deliserdang di Labuhan Deli dan diterima langsung Kacabjari Deliserdang di Labuhan Deli Anggara Suryanagara.

"Kemudian terpidana diserahkan ke LP Wanita Kelas IA Tanjung Gusta Medan untuk menjalani hukumannya," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini