Share

Rusia Bantah Akan Bunuh Presiden Ukraina Atau Copot dari Kekuasaan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 07 April 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 18 2574773 rusia-bantah-akan-bunuh-presiden-ukraina-atau-copot-dari-kekuasaan-WRT3HbRCBU.jpg Rusia bantah bunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Foto: Kantor Kepresidenan Ukraina)

RUSIA - Sekretaris pers Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia tidak memiliki rencana untuk membunuh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atau mencopotnya dari kekuasaan.

"Tidak, ini tidak benar," jawab Peskov, ketika diminta untuk mengomentari spekulasi bahwa Moskow menginginkan Zelensky mati, selama wawancara dengan penyiar Prancis LCI.

Dia juga bersikeras bahwa perubahan rezim di negara tetangga itu bukan salah satu tujuan operasi militer Rusia yang sedang berlangsung.

Dia mengatakan Zelensky adalah Presiden Ukraina, dan apa yang diinginkan Moskow darinya adalah menyetujui tuntutan yang diajukan delegasi Rusia selama negosiasi damai.

“Melalui pembicaraan itu kami ingin mengakhiri operasi militer,” lanjutnya.

Dia menambahkan bahwa keputusan Moskow baru-baru ini untuk menarik pasukannya dari daerah dekat ibukota Ukraina, Kiev, adalah isyarat niat baik yang bertujuan untuk memfasilitasi hasil positif mereka.

 Baca juga: Kremlin: Perjanjian Rusia-Ukraina Harus Diselesaikan Sebelum Pertemuan Putin-Zelensky

Putaran terakhir negosiasi tatap muka antara delegasi dari Moskow dan Kiev berlangsung di Istanbul, Turki, seminggu yang lalu.

 Baca juga: Juru Bicara Kremlin: Rusia Hanya Akan Gunakan Senjata Nuklir Demi Pertahankan Negara, Bukan untuk Perang di Ukraina

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Diketahui Moskow menyerang tetangganya pada akhir Februari, menyusul kegagalan Ukraina untuk menerapkan ketentuan perjanjian Minsk 2014, dan akhirnya pengakuan Rusia atas republik Donbass di Donetsk dan Lugansk. Protokol yang ditengahi Jerman dan Prancis telah dirancang untuk mengatur status wilayah-wilayah tersebut di dalam negara Ukraina.

Rusia sekarang menuntut agar Ukraina secara resmi mengadopsi netralitas dan tidak akan pernah bergabung dengan blok militer NATO yang dipimpin AS. Kiev menegaskan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan dan telah membantah klaim bahwa pihaknya telah berencana untuk merebut kembali wilayah yang memisahkan diri dengan paksa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini