Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Cerita Mualaf Puasa Pertama Kali saat Ramadan, Bikin Terharu!

Tim Litbang MPI , Jurnalis-Kamis, 07 April 2022 |04:06 WIB
3 Cerita Mualaf Puasa Pertama Kali saat Ramadan, Bikin Terharu!
Jusuf Hamka. (Foto: Dok Ist)
A
A
A

SAAT ini umat Muslim di seluruh dunia tengah menjalankan puasa Ramadan 2022 atau 1443 H. Sebagai bulan yang penuh berkah, selalu ada cerita baik yang bisa didapatkan.

Tak terkecuali, cerita dari para mualaf yang menjalani puasa pertama mereka sebagai umat Muslim. Berikut ini adalah daftarnya:

1. Jusuf Hamka

Jusuf Hamka atau yang disapa sebagai Baba Alun adalah salah satu bos perusahaan jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada. Kisahnya sebagai mualaf viral di media sosial. Akun Tiktok @s*o*y*_*e*d*k membagikan video tentang Jusuf Hamka yang menceritakan kisah saat dirinya melakukan puasa Ramadan untuk pertama kali, dengan caption “Balas @pandekamudoab keluarga Yusuf Hamka, dengan nilai toleransi yang sangat tinggi.”

Sang ibulah yang membangunkan Jusuf sahur tepat jam 3 pagi. Tidak hanya itu, ibunya juga memasak menu sahur, bahkan membeli penggorengan baru, terpisah, dan halal. Jusuf terkejut karena keluarganya mendukung keputusan untuk menjadi mualaf. Bahkan ketika ingin batal puasa pada siang hari, ibunya melarang dan terus mendorongnya untuk puasa sampai Magrib.

Baca juga: Kabar Baik! Pemerintah Kembali Adakan Mudik Gratis, Ini Syarat dan Jadwalnya

Diketahui, Jusuf Hamka memutuskan menjadi mualaf pada 1981 karena merasa toleransi umat Muslim sangat tinggi kepadanya yang belum memeluk agama Islam. Pada saat itu, ibu Jusuf sedang sakit dan sering terbangun ketika mendengar suara azan pada malam hari. Jusuf meminta pada pengurus Masjid di depan rumahnya untuk mengecilkan volume azan selama tiga hari. Tapi, pengurus Masjid itu justru mengabulkan permintaannya lebih dari itu. Bukan tiga hari saja, melainkan seminggu sampai ibunya sembuh. Jusuf Hamka merasa tersentuh karena hal itu.

2. Koh Deni Sanusi

Pelaksana Tugas Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Deni Sanusi punya cerita ajaib ketika dia pertama kali melaksanakan puasa. Sebelum masuk Islam, Koh Deni di usia SMA yang masih menganut agama lain merasa jiwanya bergejolak. Dia merasa gelisah, terus bertemu umat Muslim di penjuru tempat. Akhirnya, setelah berkonsultasi dengan seorang ustadz, Koh Deni diajarkan untuk berdoa untuk ditunjukkan agama yang benar, baik di dunia dan di akhirat. Meskipun belum menjadi mualaf, Koh Deni ikut berpuasa di bulan Ramadan. Di bulan suci itulah dia mendapat hidayah dari Allah. Bahkan Koh Deni mengaku gemetar dan pingsan saat mendengarkan suara azan.

Tidak hanya itu, Koh Deni mendapatkan petunjuk lain lewat sebuah mimpi tentang sekelompok orang bermain rebana dan salawat di acara TV. Dia juga merasakan seseorang menuntunnya berwudhu dan salat dua rakaat pada malam Ramadan ke-27 ketika ustadz memintanya untuk tidak tidur. Berkat hidayah yang didapatkannya itulah, Koh Deni memutuskan menjadi mualaf tepat saat Idul Fitri tiba.

3. Lee Kang-Hyun

Mantan Vice President Samsung Indonesia Lee Kang-Hyun menjadi mualaf setelah bertemu dengan kawan pena dari Aceh. Ketika tahun 80-an, Kang-Hyun merasa penasaran untuk mengunjungi Indonesia berkat cerita-cerita temannya. Akhirnya, keinginan tersebut terwujud. Kang-Hyun tiba di Indonesia pada tahun 1989 dan jatuh hati dengan negara ini. Lulusan sarjana Ekonomi Universitas Hankuk ini pun berkesempatan kembali ke Indonesia setelah diterima oleh perusahaan Samsung. Kang-Hyun mengaku bahwa selama berada di Indonesia, dia tertarik dengan kebudayaan Indonesia, termasuk agama Islam yang menjadi mayoritas. Kang-Hyun memperdalam pengetahuan tentang agama Islam dari temannya, dan pada akhirnya, dia resmi menjadi mualaf pada tahun 1994. Dia mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Lee Kang-Hyun mengaku, awal iamenjalani kehidupan sebagai seorang Muslim cukup berat. Terutama ketika dia menjalankan ibadah puasa Ramadan pertama kali di Korea. Masyarakat Korea terkenal akan budaya minum-minumnya, membuat Kang-Hyun hampir tergoda. Namun, lama-kelamaan Kang-Hyun mulai terbiasa dan para temannya menghormati keyakinan yang dianut Kang-Hyun. (qlh)

Dilansir dari berbagai sumber:

Alifia Nur Faiza/Litbang MPI

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement