Share

Jadi Pelaku Berbagai Tindakan Kriminal, 26 Anak Jalani Pembinaan di Lapas Anak

Erfan Erlin, iNews · Kamis 07 April 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 07 510 2574850 jadi-pelaku-berbagai-tindakan-kriminal-26-anak-jalani-pembinaan-di-lapas-anak-craVnm0wvF.jpg Suasana lembaga pembinaan khusus anak (LPKA). (Foto: Erfan E/MPI)

YOGYAKARTA - Sebanyak 26 anak yang menjalani pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Yogyakarta yang berada di Kota Wonosari. Mereka menjalani pembinaan di tempat yang dulu disebut Lapas Anak karena melakukan berbagai tindakan kriminal.

Kepala LPKA Kelas II Yogyakarta, Teguh Suroso menuturkan jumlah kali ini memang mengalami peningkatan seiring dengan semakin banyaknya anak-anak yang melakukan tindakan kriminal. Mereka yang berada di dalam LPKA tak hanya dari DIY, namun ada yang dari luar DIY.

Selain titipan karena putusan belum final, puluhan anak tersebut telah mendapatkan putusan dari pengadilan atas kriminalitas yang mereka lakukan. Mereka menjalani hukuman atau lebih tepatnya pembinaan sesuai dengan putusan hakim.

"Di sini yang terpenting adalah pendidikan. Meski di dalam sini namun anak-anak tetap bisa sekolah. Bisa daring atau terkadang ada guru berkunjung ke sini,"tutur Teguh, Kamis (7/4/2022).

Teguh mengatakan dari 26 anak yang mereka bina saat ini paling banyak adalah pelaku kejahatan jalanan. Meski ada juga pelaku pembunuhan ataupun pencabulan di mana yang paling lama vonis hakimnya adalah remaja asal Indonesia Timur pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita di jalan Kaliurang beberapa waktu lalu.

Dari 26 orang tersebut, tidak ada yang residivis. Semua anak yang melakukan tindakan kriminal rata-rata langsung menyesal ketika di dalam LPKA. Meski masih bisa sekolah, namun mereka sekolah dalam kondisi tertutup.

"Jadi mereka tidak bisa bebas berkegiatan lagi. Kalau di luar kan mereka bisa sekolah, berkumpul dengan teman-temannya. Di sini ndak bisa,"ujar dia.

Menurutnya, anak-anak yang melakukan tindakan kriminal terutama pelaku kejahatan jalanan sejatinya mengetahui perbuatan mereka salah. Hanya saja karena emosi mereka masih labil dan dalam masa mencari jati diri maka mereka mudah tersulut emosinya. Apalagi jika sudah berkumpul dengan teman-temannya, maka menjadi pemberani.

Selain tetap terpenuhi hak untuk sekolah, warga binaan LPKA ini juga mendapatkan berbagai pelatihan ketrampilan. Di antaranya pelatihan yang belum lama mereka gelar, pelatihan pemanfaatan limbah kayu.

"Kami bekerjasama dengan natural woodcraft memberikan ketrampilan kepada anak-anak,"ujar dia.

tujuan diadakannya pelatihan keterampilan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta untuk meningkatkan minat bakat penunjang bagi Anak Didik di LPKA Kelas II Yogyakarta. Dengan demikian LPKA Kelas II Yogyakarta terus berusaha memenuhi kebutuhan Anak Didik dalam proses pembinaan keterampilan dan memberikan pelayanan prima.

"Saya berharap Anak Didik dapat mengembangkan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah kayu ini dan lakukanlah kegiatan - kegiatan yang positif untuk meraih kesuksesan,"ujar Teguh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini