Share

Kehabisan Uang di Bali, Mama Muda Asal Rusia dan Putrinya Dideportasi

Mohamad Chusna, Sindonews · Selasa 12 April 2022 00:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 244 2577233 kehabisan-uang-di-bali-mama-muda-asal-rusia-dan-putrinya-dideportasi-BgsJywxhhb.jpg WN Rusia dan putri dideportasi dari Bali (foto: dok Imigrasi)

DENPASAR - Petugas imigrasi Bali mendeportasi warga negara Rusia berinisial LN (33) dan putrinya, VN (3). Dikarenakan Izin tinggal keduanya di Indonesia telah habis sejak 2019.

"Ijin tinggalnya sudah kadaluwarsa sejak Agustus 2019," kata Kepala Kantor Hukum dan HAM Bali, Jamaruli Manihuruk, Senin (11/4/2022).

BACA JUGA:Ngaku Anggota Polisi, 26 WNA Lakukan Penipuan Lintas Negara 

Dia menjelaskan, awalnya LN datang ke Bali bersama suaminya, SAN dan putrinya, 24 Juli 2019 silam. Mereka masuk ke Bali menggunakan bebas visa untuk berwisata.

Kemudian pada Desember 2021, SAN meninggalkan Bali untuk bekerja di Malaysia dan kembali ke Rusia. LN mengetahui jika ia dan anaknya hanya dapat tinggal selama 30 hari dan izin tinggalnya sudah kedaluwarsa sejak Agustus 2019.

 BACA JUGA:Hanya 7 WNA Gunakan Visa on Arrival di Hari Pertama Bebas Karantina ke Bali

Namun, ia selalu diyakinkan suaminya bahwa segala urusan visa akan dibereskan olehnya dan akan baik-baik saja. Namun setelah itu suaminya tak kunjung kembali dengan beralasan tidak bisa ke Indonesia karena masa berlaku paspornya kurang dari enam bulan sampai akhirnya ia tidak bisa dapat dihubungi kembali.

Setelah keuangan yang semakin menipis, LN melaporkan dirinya dan anaknya ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai, 4 April 2022. "Jadi dia over stay selama 956 hari," papar Jamaruli.

LN dan putrinya sempat ditahan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar selama enam hari. Dia akhirnya dibantu dibelikan tiket oleh teman-temannya orang Rusia di Bali.

Pendeportasian dilakukan Minggu (10/4/2022). LN dan putrinya diterbangkan menggunakan pesawat Turkish Airlines TK67-TK417 dengan tujuan Denpasar (DPS) - Istanbul (IST) – Moscow (VKO) yang lepas landas pada pukul 21.49 WITA.

"Yang bersangkutan selanjutnya akan dimasukkan dalam daftar usulan penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi dan dilarang masuk ke Indonesia kembali selama 6 bulan kedepan," tutup Jamaruli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini