Share

Ini Kronologi Kejahatan Jalanan yang Tewaskan Pelajar SMA di Yogyakarta

Erfan Erlin, iNews · Senin 11 April 2022 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 11 510 2576847 ini-kronologi-kejahatan-jalanan-yang-tewaskan-pelajar-sma-di-yogyakarta-q0U7eGzAbk.jpg Barang bukti yang diamankan polisi. (Foto: Erfan E/MPI)

YOGYAKARTA - Polisi berhasil mengamankan lima orang tersangka pelaku penganiayaan hingga mengakibatkan pelajar SMA Muhammadiyah 2 Yogyakarta. Mereka diamankan oleh tim Gabungan Polda DIY, Polres Bantul dan Polresta Kota Yogyakarta.

Dua di antara tersangka itu mereka berstatus pelajar dan 3 berstatus mahasiswa. Dir Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, S.H., S.I.K., M.H menuturkan, aksi kejahatan jalanan tersebut sebenarnya merupakan rentetan dari beberapa peristiwa sebelumnya yang telah mendahului. Kedua kelompok antara pelaku dan korban sebenarnya bersinggungan di jalan.

Ade mengatakan, aksi yang menewaskan DAA tersebut bermula ketika kelompok pelaku yaitu kelompok atau genk sekolah bernama Genk M melakukan perang sarung dengan kelompok V sekitar. Mereka melakukan aksi tawuran sekitar pukul jam 02.00 WIB di daerah perempatan Druwo atau perempatan ringroad jalan parangtritis Sewon Bantul.

"Namun aksi perang sarung tersebut dibubarkan oleh jajaran Polres Bantul yang melakukan operasi baik terbuka ataupun tertutup,"papar dia, Senin (11/4/2020).

Usai dibubarkan, dari kelompok atau genk M tersebut membubarkan diri. Dan 5 pelaku melintas ke arah timur ke ringroad menuju ke terminal Giwangan dengan menyusuri kalur lambat. Dan tidak berselang lama dari jalur cepat melaju 5 kendaraan kelompok korban berisi 8 orang.

Kelompok korban ini baru saja bermain di seputaran Tugu Pal Putih Yogyakarta. Mereka berputar-butar mencari angin hingga akhirnya sampai di ringroad selatan. Saat di ringroad selatan itulah mereka balapan sesama teman kelompok korban.

"Nah mereka bertemu dengan kelompok pelaku yang berjalan di jalur lambat,"terang dia.

Karena suara sepeda motornya sangat keras dan menyalip kelompok pelaku. Saat mendahului itulah mereka saling lirik antara kelompok korban dengan kelompok pelaku. Kelompok korban juga melakukan provokasi kepada kelompok pelaku.

"Kelompok korban berteriak mrene-mrene. Kemudian kelompok korban mengejarnya,"papar dia.

Karena dikejar, kelompok korban berbelok ke arah jalan Imogiri Barat menuju ke Tungkak Kota Yogyakarta. Di jalan Imogiri itulah mereka saling menyusul dan saling mengejek. Kelompok korban akhirnya berbelok ke arah Tungkak dan menuju ke gedongkuning.

Kelompok korban menengok ke belakang dan ternyata kelompok pelaku sudah tidak ada lagi. Kemudian kelompok korban berbelok ke Warmindo di daerah Gedongkuning untuk makan. Satu orang pesan makanan dan yang lainnya duduk di sepeda motor.

"Tiba- kelompok pelaku lewat dan menyalib sambil.memaki asu bajingan,"ujar dia.

Makian tersebut kemudian direspon oleh kelompok korban dengan mengatakan rene-rene (sini-sini). Pelaku saat itu melaju dengan kecepatan tinggi terus dikejar oleh korban. Ada dua sepeda motor kelompok korban yang melakukan pengejaran.

Dan kemudian motor pelaku berbelok kanan menunggu kelompok korban melintas. MMA atau tersangka yang duduk di bagian tengah motor NMax telah menyiapkan sarung diikat batu. Kemudian eksekutor AR mengayunkan gir sebesar 21 cm dililitkan dengan sabuk beladiri.

"Eksekutornya adalah tersangka yang naik NMAx paling belakang,"ungkapnya.

Saat itu pelaku turun dari motor dan mengayukan girnya ke arah kelompok korban yang mengejarnya. motor pertama kelompok korban tidak kena karena berhasil menghindar. Kemudian motor kedua di mana pengemudi berhasil menghindar.

Namun naas korban DAA tidak bisa menghindar sehingga terkena ayunan gir ke muka yang bersangkutan. Sepeda motor keduanya masih terus melaju dan sekitar 140 meter kemudian terjatuh hingga ditemukan oleh anggota Sabhara.

"Korban ditolong saat itu masih bernafas dan tidak sadarkan diri. Kemudian dibawa ke RS Hardjolukito dan ditangani dokter namun pukul 9.30 korban meninggal dunia,"tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini