Share

Tunjukkan Solidaritas, Para Pemimpin Agama Kunjungi Ukraina

Susi Susanti, Okezone · Selasa 12 April 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 18 2577670 tunjukkan-solidaritas-para-pemimpin-agama-kunjungi-ukraina-5Gjb675owC.jpg Pemimpin agama kunjungi Ukraina (Foto: CNS Photo)

UKRAINA - Delegasi internasional pemimpin agama mengunjungi Ukraina pada Selasa (12/4) untuk menunjukkan solidaritas dengan mereka yang terkena dampak invasi Rusia.

Kelompok itu diperkirakan akan bertemu dengan mereka yang telah meninggalkan Ukraina timur menuju kota Chernivtsi di bagian barat.

Delegasi tersebut akan mencakup para biarawan, rabi, ulama Muslim, pemimpin agama Buddha dan Hindu serta mantan Uskup Agung Canterbury, Rowan Williams.

Williams mengatakan kepada BBC Radio Four dalam sebuah wawancara pekan lalu bahwa ada "kasus kuat" untuk mengeluarkan Gereja Ortodoks Rusia dari Dewan Gereja Dunia, karena kegagalannya untuk mengutuk pembunuhan orang yang tidak bersalah.

Baca juga: Rusia Bantah Tuduhan Rudapaksa, Ukraina Bersiap Hadapi Serangan Baru

Paus Fransiskus telah memberikan restunya kepada kunjungan itu, dengan mengatakan bahwa ini bukan waktunya untuk berdiam diri, tetapi untuk secara paksa menuntut diakhirinya apa yang disebutnya "tindakan keji ini".

Baca juga: Sambil Pegang Bendera Ukraina, Paus Kutuk Pembantaian Warga Sipil di Bucha

Sebelumnya, Paus Fransiskus pada Rabu (6/4) mengutuk "pembantaian Bucha" dan mengangkat bendera Ukraina yang dikirim kepadanya dari kota tempat mayat-mayat terikat ditembak dari jarak dekat, kuburan massal dan tanda-tanda eksekusi lainnya ditemukan.

"Berita terbaru dari perang di Ukraina, bukannya membawa kelegaan dan harapan, malah membawa kekejaman baru, seperti pembantaian Bucha," katanya di akhir audiensi mingguannya di auditorium Vatikan.

"Kekejaman yang semakin menghebohkan, bahkan terhadap warga sipil, perempuan dan anak-anak yang tak berdaya. Mereka adalah korban yang darah tak berdosanya berteriak ke langit dan memohon: 'Hentikan perang ini! Biarkan senjata diam! Berhenti menabur kematian dan kehancuran'," lanjutnya.

"Kemarin, tepatnya dari Bucha, mereka membawakan saya bendera ini," terangnya.

Paus membuka lipatan bendera itu mengangkatnya di depan beberapa ribu penonton, yang disambut tepuk tangan. Bendera itu tampak gelap dan bernoda serta ada tulisan di atasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini