Share

Istri Bekerja di Ladang, Pria Ini Perkosa Anak Tiri 3 Kali di Siang Bolong

Erfan Erlin, iNews · Selasa 12 April 2022 17:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 12 510 2577877 istri-bekerja-di-ladang-pria-ini-perkosa-anak-tiri-3-kali-di-siang-bolong-a9iMEnp6oO.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

GUNUNGKIDUL – Seorang pelajar SMP di Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul berusia 14 tahun ini harus menjadi pemuas nafsu birahi ayah tirinya, S (49). Tak hanya sekali, bahkan nyaris 3 kali sebelum korban berontak dan melarikan diri.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunungkidul, Ipda Ratri Ratnawati mengatakan, peristiwa pencabulan tersebut terjadi di rumah korban. Korban kebetulan tinggal berempat dengan ayah tiri, ibu kandung dan neneknya.

"Saat peristiwa pencabulan terjadi, korban di rumah hanya bersama neneknya yang tunanetra," ujar Ratri, Selasa (12/4/2022).

Peristiwa pencabulan tersebut terjadi di bulan Februari 2022 lalu. Kejadian tersebut lantas dilaporkan pada 14 Maret 2022/ Ibu kandung korban atau istri terduga pelaku sendiri yang melaporkannya ke Polres Gunungkidul.

Polisi telah memeriksa 3 saksi, yakni korban, pelapor serta neneknya. Pemeriksaan saksi korban juga belum maksimal dilakukan sehingga terlapor belum juga dipanggil untuk diperiksa.

"Kemarin belum semua saksi kami periksa. Karena ada saksi yang belum bisa hadir," terang dia.

Ratri menambahkan, pelaku belum lama menikahi ibu korban. Mereka tinggal berempat di rumah tersebut karena kakak-kakak korban sudah menikah dan hidup di tempat lain.

Baca juga: Modus Minta Air Putih, Pria 40 Tahun Lecehkan Perempuan Muda di Dapur

Terduga pelaku pencabulan melancarkan aksinya saat ibu korban pergi ke ladang atau saat rumah tengah sepi. Aksi pertama dilaksanakan di ruang tengah dan aksi kedua terjadi di dalam kamar korban. Pelaku leluasa melakukan aksinya karena nenek korban tidak bisa melihat.

"Semuanya dilakukan siang hari. Saat istri pelaku ke ladang,” ujar dia.

Ratri menuturkan, pelaku melancarkan aksi pertamanya pada pertengahan bulan Februari. Selang seminggu kemudian pelaku kembali meminta korban untuk memenuhi hasrat bejatnya. Korban menuruti permintaan ayah tirinya karena ada ancaman dan iming-iming dari pelaku.

Barulah pada upaya pencabulan yang ketiga, korban berontak dan berhasil lari ke tetangganya. Korban lantas menceritakan peristiwa tersebut ke tetangga dan juga kakak kandung serta kakak iparnya. Barulah mereka menceritakan peristiwa yang menimpa bocah itu ke ibu korban sehingga melakukan pelaporan ke Mapolres Gunungkidul.

"Kita masih dalami ada unsur paksaan atau ndak. Ini masih pemeriksaan saksi-saksi,"tambahnya.

Kasus inipun baru masuk ke Pengumpulan Barang Bukti dan Keterangan (Pulbaket) dan masih berstatus penyidikan. Jika nanti sudah komplit, Ratri baru akan mengajukannya ke Kasatreskrim untuk menentukan apakah akan dilanjutkan penyelidikan atau tidak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini