Share

Kapal Perang Rusia Moskva Tenggelam, 40 Pelaut Dilaporkan Tewas

Susi Susanti, Okezone · Senin 18 April 2022 06:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 18 2580574 kapal-perang-rusia-moskva-tenggelam-40-pelaut-dilaporkan-tewas-9v2UoZ1LCe.jpg Kapal perang Rusia Moskva (Foto: Reuters)

RUSIA – Surat kabar independen Rusia Novaya Gazeta Europe melaporkan sekitar 40 pelaut tewas, beberapa hilang dan lebih banyak lagi terluka dalam tenggelamnya kapal perang Moskva.

Laporan ini mengutip ibu seorang pelaut yang diyakini berada di kapal. Sang ibu mengatakan putranya memberi tahu dia dalam panggilan telepon bahwa Moskva, kapal utama Armada Laut Hitam Rusia, telah dihantam oleh tiga rudal dari darat, dari wilayah Ukraina.

"Dia menelepon saya dan menangis karena apa yang dia lihat. Itu menakutkan," katanya, menambahkan bahwa dia sendiri takut harus menunggu dia menyelesaikan pelayanannya.

Sang ibu mengatakan anaknya tidak akan memberikan perincian tentang apa yang dia lihat karena itu sangat mengerikan, menambahkan bahwa banyak dari yang terluka kehilangan anggota badan karena ledakan.

 Baca juga: Awak Kapal Perang Moskva Terlihat Pertama Kalinya Usai Kapal Dinyatakan Tenggelam

Surat kabar itu tidak menyebutkan nama pelaut atau ibunya untuk melindungi mereka. Namun surat kabar itu menegaskan memiliki bukti dokumenter jika pelaut itu bertugas di Moskva.

Baca juga: Ledakan Dahsyat dan Keras Terdengar di Kyiv Usai Kapal Perang Rusia Tenggelam

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Sementara itu, kementerian pertahanan Rusia sejauh ini tidak memberikan kabar mengenai korban jiwa dalam tenggelamnya kapal tersebut. Namun, sebelumnya surat kabar itu juga melaporkan bahwa Radio Liberty telah mengkonfirmasi kematian Taruna Ivan Vakhrushev.

Kementerian pada Sabtu (16/4) memposting video yang dikatakannya adalah para pelaut kapal bertemu dengan komandan Angkatan Laut Rusia di Sevastopol.

Surat kabar Novaya Gazeta Europe didirikan awal bulan ini untuk mengatasi tindakan keras Rusia terhadap kebebasan media. Mitra Rusianya menangguhkan operasinya pada Maret lalu setelah berulang kali diancam akan ditutup karena liputannya tentang invasi ke Ukraina.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini