Share

Eksekutor Penembak Pegawai Dishub Makassar Beli Senpi dari Jaringan Teroris

Ansar Jumasang, Koran SI · Senin 18 April 2022 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 609 2580919 eksekutor-penembak-pegawai-dishub-makassar-beli-senpi-dari-jaringan-teroris-bXBqmkvStb.jpg Illustrasi (foto: freepick)

MAKASSAR - Oknum anggota Polri diduga menjadi eksekutor dari penembakan anggota Dinas Perhubungan Kota Makassar. Tak hanya itu, oknum tersebut rupanya mendapat senjata api berjenis revolver dari jaringan teroris.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Budi Haryanto mengatakan, pihaknya melakukan penelusuran atas kepemilikan senjata tersebut, dan ternyata pelaku membeli dari jaringan teroris yang memang melakukan penjualan atas senjata tersebut.

''Jadi pemilik ini memesan senjata dari jaringan teroris, pemilik senjata ini di beli dengan secara online, awalnya pemilik senjata ini tidak tau bahwa yang ia tempati adalah teroris. Setelah kita lakukan penyelidikan kita dalami itu mengarah ke jaringan teroris yang memang melakukan penjualan senjata tersebut,'' kata Budi kepada wartawan, Senin (18/4/2022).

 BACA JUGA:Eksekutor Penembak Pegawai Dishub Makassar Ternyata Anggota Polisi

Dirinya tak merinci siapa sebenarnya pemilik dari senjata tersebut, dia juga enggan membeberkan dari satuan mana oknum polri tersebut. Ia hanya mengatakan eksekutor dari penembakan tersebut merupakan anggota Kepolisian di Makassar.

Ada pun hubungan para tersangka dengan pemilik senjata api itu, kata Kapolres, pelaku mengaku saling tidak mengenal.

“Hasil pemeriksaan, mereka tidak tau kalau senjata itu adalah milik jaringan teroris,” tuturnya.

BACA JUGA:Cinta Segitiga Berakhir Di Penjara, Selengkapnya Hanya di iNews Sore 

Terkait penembakan Najamuddin Sewang dalam konferensi pers ini, polisi menghadirkan lima orang terduga tersangka. Awalnya hanya empat tersangka yang dirilis. Satu di antaranya yakni Kasatpol PP Makassar, Muh Iqbal Asnan, terduga otak pelaku kasus pembunuhan motif cinta segi tiga ini. Juga oknum polisi terduga eksekutor berinisial SL.

Polisi juga menunjukkan sejumlah barang bukti dalam perkara ini. Di antaranya uang tunai Rp85 juta, satu unit motor, satu senpi revolver, satu proyektil saat penembakan dan 53 butir peluru.

''Uang Rp85 juta itu hanya ucapan terima kasih, meraka ini ada hubungan rasa ke daerahan satu kampung sehingga mau membantu otak ini,'' pungkasnya.

Saat merilis kasus penembakan pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang. Polisi awalnya merilis sebanyak empat tersangka. Satu di antaranya Kasatpol PP Makassar, Muh Iqbal Asnan, terduga otak pelaku pembunuhan. Namun, jumlah tersangka bertambah menjadi lima orang. Terduga eksekutor merupakan oknum anggota polisi berinisial SL. Ada pun senjata api jenis revolver dibeli via online.

Kelima tersangka dihadirkan di hadapan awak media. Mereka mengenakan rompi oranye tahanan. Terkait Penembakan Najamuddin Sewang Polisi juga menunjukkan sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit motor, satu proyektil bekas penembakan, satu senjata api, uang tunai Rp85 juta dan 53 butir peluru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini