Share

Beli Solar dengan Jerigen, Kakek Ini Ditangkap Polisi

Erfan Erlin, iNews · Selasa 19 April 2022 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 510 2581611 beli-solar-dengan-jerigen-kakek-ini-ditangkap-polisi-nhLabaOiVC.jpg Kakek penimbun BBM (foto: MNC Portal/Erfan)

GUNUNGKIDUL - Jajaran Satuan Reskrim Polres Gunungkidul berhasil mengungkap tindak pidana pengangkutan/perniagaan bahan bakar minyak yang bersubsidi pemerintah, atau pengangkutan tanpa ijin. Polisi berhasil menangkap pria berinisial S (65) warga Dusun Candirejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul.

Wakapolres Gunungkidul, Kompol Widya Mustikaningrum menuturkan, aksi penyalahgunaan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi hari Jumat, 15 April 2022 lalu sekira pukul 03.00 WIB dan berlokasi di SPBU Siyono Pertamina 4455801, Kapanewon Playen Gunungkidul. Pada saat Team Opsnal (BUSER) Satreskrim Polres Gunungkidul melakukan patroli di SPBU tersebut.

"Kami mendapati ada kendaraan bermotor Mitsubishi L300 (Pick up) dengan nomor polisi R-9150-CB yang mengangkut 10 derigen yang sedang melakukan pengisian BBM jenis BIO SOLAR," papar dia, Selasa (19/4/2022),

BACA JUGA:Mobil Pengangkut BBM Meledak dan Terbakar di Palangkaraya 

Saat itu, pelaku telah mengisi 6 derigen (210 liter) dan yang 4 derigen belum terisi. Kemudian team Opsnal memperlihatkan surat tugas lalu menanyai identitas pemilik KBM tersebut, namun ternyata yang bersangkutan sama sekali tidak membawa identitas.

Kemudian yang bersangkutan beserta KBM mengangkut derigen berisi Bio solar tersebut dibawa ke Polres Gunungkidul untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan pelaku melakukan pembelian BBM Jenis BIO SOLAR menggunakan derigen yang diangkut menggunakan KBM Mitsubishi L300 (Pick up) dengan nomor polisi R-9150-CB.

"Pengangkutan BBM jenis BIO SOLAR tersebut dilakukan tanpa ijin usaha pengangkutan," tambahnya.

 BACA JUGA:Viral! Pengemudi Minibus Selamat Ditabrak Kereta Pengangkut BBM hingga Terseret 10 Meter

Kemudian menurut keterangan pelaku, BBM jenis BIO SOLAR tersebut akan digunakan untuk bahan bakar pemanas kandang ayam miliknya dan sebagian akan dijual kembali. Tersangka akan dikenakan pasal 55 atau pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001.

Terhadap tersangka disangkakan dengan Pasal 55 atau pasal 53 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 yang berbunyi Setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau perniagaan bahan bakar minyak yang bersubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp.60.000.000.000,- (enam puluh miliar rupiah).

Atau “Setiap orang yang melakukan pengangkutan sebagaimana dalam pasal 23 tanpa izin pengangkutan dapat dipidana paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp.40.000.000.000,- (empat puluh miliar rupiah).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini