Share

Polisi Gerebek Home Industry Pil Ekstasi Palsu di Lubuklinggau

Era Neizma Wedya, iNews · Selasa 19 April 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 19 610 2581641 polisi-gerebek-home-industry-pil-ekstasi-palsu-di-lubuklinggau-mM218WBL9u.jpg Polres Lubuklinggau jumpa pers pil ekstasi palsu (foto: MNC Portal/Era)

LUBUKLINGGAU - Tim Satuan Narkoba Polres Lubuklinggau berhasil mengerbek lokasi home industry pembuatan pil ekstasi palsu di Salah satu rumah kontrakan di Kota Lubuklinggau, Sumsel. Dalam penggerbekan itu polisi berhasil menangkap dua orang tersangka.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Harissandi didampingi Kasat Narkoba AKP Hendri menjelaskan tim Satnarkoba berhasil mengerbek lokasi pembuatan pil ekstasi palsu, dengan bahan campuran ampetamin dan bahan berbahaya lainnya, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat.

"Dua tersangka kita amankan yakni Iwan Darmawan (42) dan Febriansyah (25), dari lokasi pengerbekan" kata Harissandi, saat menggelar realese di Mapolres Lubuklinggau, Selasa (19/4/2022).

BACA JUGA:Polda Aceh Musnahkan 357,9 Kg Sabu dan 206.638 Pil Ekstasi 

Dijelaskan Harissandi, pengerbekan kedua tersangka dilakukan pada Jum’at (8/4/2022) sekitar pukul 22.30 WIB. Dimana dari lokasi pembuatan pil ekstasi palsu ini berhasil diamankan 3 plastik klip berisi kristal putih yang diduga sabu, 18 butir pil warna hijau yang diduga pil ekastasi, 4 butir pil ekstasi warna hijau keputihan, 2 1/2 butir pil warna merah muda, 1 bungkus serbuk warna hitam, 1 bungkus serbuk warna hijau, 1 timbangan digital, 1 buah kompor listrik.

Dari pengakuan tersangka 3 plastik klip sabu dibeli dari seseorang di Desa Tanjung Sanai, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, dan semua bahan dicampur dijadikan pil ekstasi palsu.

 BACA JUGA:Gerebek Rumah, Polisi Malah Dapati Pil Ekstasi Palsu

“Tersangka ini mengaku pembuatan pil ekstasi palsu ini terinspirasi dari melihat youtube, bagaimana cara memproduksi pil, hingga mencampur semua bahan yang ada dijadikan pil ekstasi palsu,” jelas Harissandi.

Selanjutnya kata Harissandi, pil ekstasi ini di produksi sesuai dengan pesanan, mulai dari warna yang diinginkan, dan untuk pewarna yang digunakan mulai dari tinta printer, spidol hingga bluw untuk pewarna pakaian.

Keduanya akan dikenakan pasal 114 (1) dan 111 (1) UU RI No. 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman 4 hingga 12 tahun penjara.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini