Share

Sosok 'Kartini' dari Bali, Rita Rela Jadi Juru Parkir demi Sekolahkan Anaknya

AA Ari Wiradarma, iNews · Kamis 21 April 2022 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 21 244 2582735 sosok-kartini-dari-bali-rita-rela-jadi-juru-parkir-demi-sekolahkan-anaknya-IVqMm9oonR.jpg Kadek Rita, juru parkir perempuan di Denpasar, Bali. (Foto: Wira/iNews)

BALI โ€“ Berpedoman pada sosok RA Kartini, perempuan di Denpasar, Bali ini bertahan hidup dengan menjadi juru parkir.

Seorang perempuas sekaligus ibu ini harus berjuang sendiri untuk menghidupi keluarganya setelah sang suami berpulang. Dia menggantikan pekerjaan suami sebagai juru parkir untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Perempuan bernama Kadek Rita ini menjadi salah satu juru parkir di Kota Denpasar. Sebelum berangkat bertugas dia menuntaskan kewajiban bersama anaknya, mulai dari menyediakan bekal makanan hingga mengantar anaknya bersekolah.

Dia sudah menggantikan tugas sang suami yang juga juru parkir sejak setahun terakhir setelah suaminya meninggal akibat sakit. Meski menekuni pekerjaan yang tabu dilakoni oleh perempuan, dia menjalani kesehariannya dengan suka cita.

Perempuan 32 tahun ini mengakui banyak suka duka yang dialami sebagai juru parker. Pada awalnya banyak yang meragukan diri mampu melakoni pekerjaan tersebut, namun dengan tekad yang kuat dan tekun dia pun mampu melakoninya.

Dalam sebulan., dia mendapat gaji sebesar Rp900.000. Uang tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kebutuhan pendidikan anak-anaknya. Dia mengatakan, dirinya sangat konsentrasi soal pendidikan anak-anaknya.

โ€œDengan pendidikan yang baik anak-anak dapat membangun hidup yang lebih baik dan sejahtera,โ€ jelas dia.

Dalam melakoni tugas sebagai juru parkir sekaligus kepala keluarga untuk dua orang anaknya, Rita mencontoh perjuangan Kartini yang kuat dan teguh dalam memperjuangkan emansipasi perempuan.

Pada momentum Hari Kartini ini, dia mengajak semua perempuan di Indonesia agar tetap bersemangat dalam melakoni keseharian, apapun kondisinya. Dia bersyukur bahwa hingga saat ini emansipasi perempuan di Bali terjaga dengan baik.

Menurutnya, perempuan mendapat porsi dalam berbagai bidang pekerjaan, pembangunan daerah, di kancah politik maupun dalam kegiatan adat di Bali. Dia berharap pemerintah tetap memberi perhatian yang layak kepada perempuan, terutama mereka yang menghidupi keluarga seorang diri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini