Share

Kerahkan 1.318 Personel Amankan Mudik, Polres Malang Ingatkan Waspada Rumah Kosong

Avirista Midaada, Okezone · Jum'at 22 April 2022 18:46 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 519 2583655 kerahkan-1-318-personel-amankan-mudik-polres-malang-ingatkan-waspada-rumah-kosong-j9s5ZIHPJV.jpg Sebanyak 1.318 personel dikerahkan untuk mengamankan mudik 2022. (Avirista Midaada)

MALANG - Sebanyak 1.318 personel dikerahkan untuk mengamankan jalannya arus mudik di wilayah Malang kota dan kabupaten. Personel itu bakal disiagakan saat masa Operasi Ketupat Semeru pada 28 April 2022 hingga 9 Mei 2022.

Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat mengungkapkan, ada 418 personel yang bakal disiagakan dari jajaran kepolisian yang bakal disebar di tujuh posko pengamanan dan satu pos pelayanan mudik.

"Kita menurunkan 418 personel gabungan, baik dari unsur TNI, Polri, maupun dari unsur terkait lainnya. Personel gabungan tersebut. Nantinya kita tempatkan di 7 pos pengamanan dan 1 pos pelayanan, termasuk di pos-pos tempat wisata," ucap Ferli Hidayat, saat memimpin apel pasukan Operasi Ketupat Semeru di Mapolres Malang, Jumat (22/4/2022).

Pos-pos tersebut bakal ditempatkan di beberapa exit tol, mulai dari Exit Tol Lawang, Singosari, dan Pakis, kemudian Pasar Lawang, Jalan Raya Kepuharjo, dan Kecamatan Karangploso. Kemudian di Pertigaan Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, yang menjadi perbatasan dengan Kabupaten Blitar, perempatan Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan satu pos pelayanan di pos polisi Karanglo.

"Ditambah nanti di tempat-tempat wisata yang dimungkinkan ramai nanti kita akan bekerjasama dengan dinas pariwisata untuk mendirikan pos tambahan," tuturnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Budi Hermanto mengatakan, untuk Operasi Ketupat Semeru 2022 total pasukan yang disiapkan sebanyak 900 personel gabungan yang diturunkan.

"Terdiri atas unsur TNI-Polri, Pemkot Malang hingga relawan untuk mengamankan arus mudik hingga arus balik lebaran," kata Budi Hermanto saat apel pasukan di Balai Kota Malang.

Ia menambahkan, setidaknya ada tujuh pos pelayanan dan pos pengamanan mudik tersebar di lima kecamatan di Kota Malang, mulai dari Simpang tiga Universitas Brawijaya (UB) atau di kawasan Jembatan Soekarno-Hatta, lalu Simpang tiga Borobudur, Simpang tiga Kacuk Barat, Simpang tiga Sulfat.

"Kemudian di Pojok alun-alun Kota Malang, Pos Pelayanan di kawasan Stasiun Kota Baru dan Pos Terpadu Exit Tol Madyopuro," ucapnya.

Pihaknya mengantisipasi adanya kejahatan yang kerap terjadi saat mudik Lebaran tiba. Karena itu, ia meminta masyarakat yang mudik untuk mengamankan harta bendanya terlebih dahulu saat ditinggal mudik, agar terhindar dari aksi kejahatan.

"Kami juga membantu menjaga harta benda masyarakat. Terutama para pemudik," tuturnya.

Ia meminta masyarakat yang mudik dapat melaporkan ke aparat keamanan setempat demi menjaga dan mengantisipasi adanya tindak kejahatan yang sering terjadi saat masa mudik Lebaran.

"Silakan langsung melaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Dilaporkan lokasi rumahnya. Sehingga pihaknya bisa membantu memantau, menjaga dan dilakukan patroli. Kami ingin tahun ini, karena masyarakat selama dua tahun ini kan tidak diizinkan mudik. Maka pada tahun ini mudik tetap aman dan sehat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini