Share

Kasus Penembakan Anggota Dishub Makassar Disebut karena Cinta Segitiga, Sang Perempuan Diperiksa sebagai Saksi

Antara, · Jum'at 22 April 2022 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 609 2583429 kasus-penembakan-anggota-dishub-makassar-disebut-karena-cinta-segitiga-sang-perempuan-diperiksa-sebagai-saksi-VzUUtuWHPq.jpg Pistol yang digunakan untuk menembak korban. Ilustrasi. (Foto: Ant)

MAKASSAR - Berdasarkan pengembangan kasus penembakan anggota Dishub Makassar, sebanyak 20 petugas Dishub Makassar dipanggil polisi. Termasuk R, perempuan yang disebut-sebut terlibat cinta segitiga hingga terjadinya penembakan diperiksa secara intensif sebagai saksi.

Secara psikologis, mungkin belum bisa aktif secara normal, apalagi media sosial serta media gencar memberitakan negatif (vulgar) lebih kepada masalah pribadi, bukan pada kasusnya.

"Kita berharap bahwa ini kesadaran kita semua. Kita harus memahami, karena ini berhubungan dengan nilai-nilai sosial, justice (keadilan) dan kemanusiaan, jangan berlebihan. Tapi, kita tidak toleransi dengan tindakan pidana, apalagi melanggar hukum," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, Sulawesi Selatan Iman Hud.

Sejak kasus ini terungkap, ujar mantan Kabag Operasional Dishub Makassar ini, saksi R (menjabat Kasi Operasional Perhubungan Laut) telah diistirahatkan untuk memulihkan kondisi psikologisnya, mengingat sanksi sosial kepadanya dirasakan sangat berat.

"Saya menyampaikan untuk cuti saja dulu, karena ini masih dalam tahap investasi dan pengembangan. Artinya, dia (R) kemungkinan masih dimintai keterangan. Kita harus memahami situasi dan psikologinya, termasuk juga keluarga korban maupun pelaku," ujar Iman lagi.

Sebab, katanya pula. mereka memiliki keluarga, istri, anak. Kalau terus diblow up (diberitakan) secara luas, itu akan berdampak pada sesuatu yang tidak nyaman dari pihak keluarga masing-masing yang terlibat atas peristiwa itu.

Namun demikian, aktivitas Dishub Makassar tetap berjalan seperti biasa, walaupun semua syok setelah kejadian tersebut, mengingat secara psikologis dirinya sebagai pimpinan, walaupun berat harus tetap diambil hikmahnya.

"Saya rasa ini beban psikologis, apalagi di berbagai media sudah banyak membahas bahkan vulgar sekali. Psikologisnya pasti ada, jadi kita berikan ruang bagi R untuk recovery (pemulihan). Mengenai sanksi, susah juga karena dia bukan tersangka. Ini kan soal hati, lebih kepada etik dan moral, bukan hukum formal dalam sistem hukum kita," ujarnya menjelaskan.

Sebelumnya, pihak kepolisian menetapkan lima orang tersangka dalam kasus ini. Masing-masing berinisial MIA, SU, CA, AS dan SH, dua di antaranya diketahui oknum anggota Polri, dua oknum petugas Satpol PP, dan satu oknum petugas Dishub Makassar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini