Share

Terungkap, Pistol yang Digunakan Eksekusi Anggota Dishub Makassar Bukan Beli dari Jaringan Teroris

Ansar Jumasang, Koran SI · Jum'at 22 April 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 22 609 2583584 terungkap-pistol-yang-digunakan-eksekusi-anggota-dishub-makassar-bukan-beli-dari-jaringan-teroris-TcvneI94gx.jpg Tersangka kasus penembakan anggota Dishub Makassar. (Ansar Jumasang)

MAKASSAR - Senjata api berjenis revolver yang digunakan eksekutor dalam penembakan anggota Dinas Perhubungan Kota Makassar bukan berasal dari jaringan teroris. Senjata itu ternyata milik anggota polisi tersebut.

Pistol yang digunakan oknum polisi berinisial SL untuk menembak pegawai Dishub Makassar, Najamuddin Sewang, awalnya disebut dibeli dari jaringan teroris secara online. Namun, pistol itu ternyata milik oknum anggota Polri inisial CA alias AKM.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Komang Suartana mengatakan, terkuaknya kepemilikan pistol ini berawal saat Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) meluruskan pernyataan sebelumnya.

"Tidak ada itu pistol dibeli dari jaringan teroris. Itu informasi awalnya gitu. Tapi, setelah didalami informasi itu enggak benar," tuturnya Jumat (22/4/2022).

Ia menyebutkan, CA selaku pemilik pistol diduga mengelabui penyidik saat dimintai keterangan. Penyidik saat ini kembali harus mendalami dari mana sebenarnya senjata api ilegal itu diperoleh oleh CA.

"Awalnya dia mengelabui. Tapi setelah dikroscek, tidak terbukti," kata Suartana.

Dalam kasus ini, SL bertindak sebagai eksekutor dan CA pemilik dari senjata api jenis revolver yang menewaskan Najamuddin Sewang.

Kedua oknum yang bertugas di satuan Brimob Polda Sulsel. Namanya pun telah banyak beredar di mana-mana. Hanya saja, dua identitas pelaku penembakan personel Dishub Makassar, Najamuddin Sewang masih disembunyikan. Padahal, statusnya sudah resmi ditetapkan tersangka.

Komang Suhartana mengakui kedua pelaku merupakan oknum dari Polri. Pihaknya akan menyampaikan terkait identitas kedua pelaku lainnya saat adanya hasil analisa labfor forensik.

"Kita tunggu dulu hasil hasil analisis labfor forensik kita. Apakah benar ini yang mereka gunakan saat menghabisi nyawa Najamuddin Sewang," jelasnya.

Ia menegaskan, sesuai instruksi Kapolda Sulsel, Irjen Nana Sujana bilamana ada anggota yang terbukti melanggar, akan tindak tegas.

"Sudah jelas perintah Bapak Kapolda. Tindakan hukum pidana maupun kode etik akan mereka dapatkan kalau terbukti melanggar. Namun, sementara keduanya, dalam pemeriksaan Propam," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini