Share

Foto Tahanan Mantan Gubernur Sumsel Beredar, Kemenkumham Turunkan Tim Pemeriksa

Antara, · Selasa 26 April 2022 11:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 610 2585345 foto-tahanan-mantan-gubernur-sumsel-beredar-kemenkumham-turunkan-tim-pemeriksa-Lvet4lBgvz.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

PALEMBANG - Kemenkumham Sumatera Selatan menurunkan tim mengusut kasus penyebaran foto tahanan mantan Gubernur Alex Noerdin tanpa pakaian di dalam Rutan Kelas I Palembang.

"Kami menurunkan tim pemeriksa guna menindaklanjuti keberatan kuasa hukum Alex Noerdin atas beredarnya foto kliennya di dalam Rutan Kelas I Palembang," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumsel Bambang Haryanto, di Palembang.

Menanggapi maraknya pemberitaan di berbagai media massa terkait keberatan dari pengacara Alex Noerdin mengenai foto kliennya di dalam Rutan Palembang beredar di media sosial perlu dibentuk tim.

"Tim pemeriksa sudah diturunkan guna menindaklanjuti terkait hal tersebut, mudah-mudahan bisa segera diperoleh hasil kerjanya agar permasalahan itu bisa ditangani dengan baik," ujar Bambang.

Sementara Kepala Rutan Kelas I Palembang Bistok Oloan Situngkir menambahkan, foto tersebut diambil ketika tim Kanwil Kemenkumham Sumsel sedang melaksanakan kunjungan kerja pada 15 Februari 2022 sekitar pukul 14.03 WIB.

Saat tim melintas di depan blok G kamar 13, tim bertemu secara spontan dengan mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang sedang tidak mengenakan baju karena cuaca yang cukup panas, namun seketika itu juga langsung mengenakan pakaian.

Alex Noerdin juga sempat berbincang beberapa menit dengan tim tentang keadaan dan kesehatannya selama di dalam rutan.

Lanjut Bistok, foto tersebut diambil oleh pihak pengamanan Rutan Kelas I Palembang untuk dokumentasi internal.

Mengenai foto tersebut beredar di luar rutan atau medsos, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah petugas yang dinas pada saat kejadian itu.

"Kami selalu menerapkan nilai hak asasi manusia dalam membina WBP maupun melayani tahanan. Terhadap tahanan kami selalu kedepankan asas praduga tak bersalah dan asas persamaan di hadapan hukum," ujar Bistok.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini