Share

Edarkan Pil Sapi, 2 Buruh Ditahan Polisi

Erfan Erlin, iNews · Rabu 27 April 2022 12:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 510 2585966 edarkan-pil-sapi-2-buruh-ditahan-polisi-bpOdJAmzed.jpg (Foto: Erfan E/MPI)

YOGYAKARTA - Dua buruh diamankan polisi karena diduga melakukan tindak pidana tanpa kewenanganya mengedarkan sediaan farmasi berupa pil warna putih yang bersimbolkan Y atau Yarindo. 

Kasat Narkoba Polresta Kota Yogyakarta, AKP Widodo menuturkan dua orang yang berhasil mereka amankan adalah AAS (22) warga Bantul. Dari penangkapan AAS kemudian dikembangkan dan mereka mengamankan KA (22).

"Keduanya sama-sama di Bantul,"ujar dia.

Dari kedua orang tersebut polisi berhasil mengamankan ribuan pil Yarindo dan psikotropika. Keduanya mereka amankan Sabtu (23/4/2022) malam di dua tempat yang berbeda namun masih wilayah Bantul.

Widodo mengungkapkan, pada hari Sabtu tanggal 23 April 2022 lalu sekira pukul 22.50 WIB di wilayah Banguntapan Bantul telah melakukan penangkapan terhadap AAS karena.

"Kami lakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa Pil Yarindo,"tambahnya.

Dari tersangka AAS polisi mengamankan 1160 butir pil Yarindo. 3 butir pil Opizotam (Alprazolam 1 Mg) dan 1 butir pil Atarx (Alprazolam 1 Mg)

Setelah dilakukan interograsi didapat keterangan bahwa pil Yarindo diperoleh dari KA. Kemudian pada hari minggu tanggal 24 Apal 2022 sekira pukul 06.30 WIB petugas melakukan penangkapan terhadap KA di wilayah Kasthan Bantul.

"Dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa pil Yarindo,"tambahnya.

Dari tersangka KA pihaknya mengamankan 15 butir pil Yarindo dan HP. Sementara barang bukti dari saksi pembeli 11 butir Yarindo.

Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan oleh pihak kepolsian untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Keduanya saat ini masih menjalani pemeriksaan.

Tersangka AAS dan KA disangkakan melanggar Peeal 196 UU RI No. 36 tahun 2008 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp 1.Miliar.

"Tersengka AAS pasal yang disangkakan ditambah pasal 62 UU RI No 6 tahun 1007 tentang Psikotropika dengen ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara dan danda Rp 100 juta,"ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini