Share

Minta Jatah ke Mandor Proyek, Preman Tewas Dibacok Celurit

Taufik Syahrawi, iNews · Minggu 01 Mei 2022 23:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 01 519 2588271 minta-jatah-ke-mandor-proyek-preman-tewas-dibacok-celurit-PgLeYLPvBc.jpg Seorang preman tewas dibacok saat meminta jatah ke mandor proyek. (iNews/Taufik Syahrawi)

BANGKALAN - Preman berinisial M, warga Desa Petapan, Kabupaten Bangkalan, ditemukan tewas bersimbah darah akibat dibacok dengan celurit. M yang diduga merupakan preman kampung hendak memeras mandor di lokasi proyek pembangunan saluran irigasi.

Insiden ini bermula saat korban datang ke lokasi proyek pembangunan saluran irigasi di jalan akses Jembatan Suramadu. Saat bertemu mandor proyek pembangunan saluran irigasi berinisial A, M meminta sejumlah uang kepadanya.

Permintaan M ditolak oleh A. Keduanya lalu terlibat cekcok di lokasi proyek pembangunan irigasi.

Saat itu, datang keponakan mandor berinisial S yang bermaksud melerai pertikaian keduanya. Namun, niat baik S justru ditanggapi sinis oleh M dengan mengeluarkan kata-kata kotor.

Karena sakit hati, S pulang sebentar ke rumahnya mengambil celurit. Begitu kembali ke lokasi poyek, S yang sedang diliputi rasa sakit hati tanpa basa-basi langsung membacokkan celuritnya beberapa kali ke tubuh korban M hingga tewas.

Menurut Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, mendapat laporan terjadinya pembunuhan tersebut, anggota langsung ke TKP. berdasarkan keterangan saksi, polisi lalu menjemput tersangka S di rumahnya sesaat usai kejadian.

"Tersangka S dijerat Pasal 340 subsider Pasal 348 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini