Share

Polisi Imbau Pemudik Tak Lempar Koin di Jembatan Sewo Saat Arus Balik

Andrian Supendi, MNC Portal · Rabu 04 Mei 2022 06:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 04 525 2589019 polisi-imbau-pemudik-tak-lempar-koin-di-jembatan-sewo-saat-arus-balik-lFyzoKmFrc.jpg Lempar koin di Jembatan Sewo (Foto: Okezone)

INDRAMAYU - Jalur Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menjadi salah satu rute perjalanan mudik yang dilintasi ribuan pemudik dari sejumlah daerah setiap tahunnya.

Di Jalur Pantura tersebut, terdapat sebuah jembatan yang bernama Jembatan Sewo yang berlokasi di wilayah Kecamatan Sukra, tepatnya di perbatasan Indramayu dengan Subang.

Di sana, ratusan warga berjejer menunggu pengendara motor maupun mobil yang memberi sedekah dengan cara melempar uang koin, lalu warga pun mengambilnya dengan cara disapu.

Bahkan, pada momen arus mudik Lebaran kemarin, warga penyapu koin di Jembatan Sewo jumlahnya mencapai hampir seribuan.

Kepala Pos Pelayanan (Kaposyan) arus mudik, Jembatan Timbang Losarang, Kompol H Mashudi mengimbau kepada pemudik pada arus balik untuk tidak melempar uang saat akan melintasi Jembatan Sewo tersebut. Pasalnya hal itu dilakukan demi keselamatan bersama dan para pengguna jalan.

Baca juga: Mudik Lebaran 2022, Tradisi Orang Nyapu Koin di Jembatan Sewo

"Saya tegaskan jangan percaya tahayul, jin dan syetan akan pergi dengan sendirinya, jika kita Bersholawat dan Bertasbih selama dalam perjalanan," ujar Kompol H Mashudi, Rabu (4/5/2022).

Menurut Kompol H Mashudi, kegiatan melempar uang yang dilakukan oleh para pengendara saat melintas di jembatan sewo dinilai dapat membahayakan.

Baca juga: Jalur Pantura Cirebon Macet Gara-Gara Pasar Tumpah

"Saat pengendara melempar uang, maka warga akan berebut mengambil uang itu dengan sapu, para warga pun tidak mempedulikan keselamatan mereka sendiri," katanya.

Diketahui dari berbagai sumber, kebiasaan para pengendara melempar koin tidak lepas dari mitos sungai di bawah Jembatan Sewo yang disebut sebagai tempat tinggal arwah kakak beradik Saedah-Saeni yang melegenda karena hidup keduanya berakhir di sungai tersebut.

Saeni adalah seorang penari ronggeng Pantura yang berubah menjadi buaya. Oleh sebab itu, pengendara dipercaya akan selamat jika sudah memberi atau melempar saweran di Jembatan Sewo.

Baca juga: 6 Oleh-Oleh Legendaris Khas Pantura yang Bisa Dibawa Pemudik ke Kampung Halaman

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini