Share

BMKG: Gempa M5,2 di Melonguane Akibat Aktivitas Sesar Lempeng Laut Maluku

Binti Mufarida, Sindonews · Minggu 08 Mei 2022 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 340 2590621 bmkg-gempa-m5-2-di-melonguane-akibat-aktivitas-sesar-lempeng-laut-maluku-hOwrJDvEFM.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA Gempa magnitudo (M) 5,2 yang mengguncang Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara disebabkan oleh gabungan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar pada lempeng Laut Maluku, demikian dilaporkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,63° LU ; 127,01° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 34 Km arah Timur Damau, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 10 km.

BACA JUGA: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Melonguane Sulut

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar pada lempeng laut maluku,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno dalam keterangan resminya, Minggu (8/5/2022).

Sementara itu, Bambang mengatakan dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

BACA JUGA: BMKG Catat Ada 148 Kejadian Gempa Bumi Terjadi di Laut Flores

Gempabumi ini dirasakan di daerah Melonguane dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami.

“Hingga pukul 09.47 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” ungkap Bambang.

BMKG pun meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini