Share

Jalan Utama Solo Dikepung Banjir Imbas Hujan Deras

Bramantyo, Okezone · Minggu 08 Mei 2022 20:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 512 2590785 jalan-utama-solo-dikepung-banjir-imbas-hujan-deras-Bh8Zfbpcm4.JPG Banjir (Foto BPBD)

SOLO - Hujan deras yang mengguyur Kota Solo dan sekitarnya membuat beberapa wilayah di Kota kelahiran Presiden Jokowi kebanjiran.

Meski berlangsung singkat, namun sedikitnya ada 20 titik di kota Solo. Genangan air setinggi 30 centimeter itupun menggenangi sejumlah ruas jalan utama di Kota Solo.

Kepala BPBD Kota Surakarta Nico Agus Putranto saat dikonfirmasi membenarkan 20 titik di kota Solo terendam genangan air.

"Benar, ada 20 titik genangan air. Kalau genangan air di jalan raya itu ada di sepanjang jalan Slamet Riyadi, jalan KS Tuban, Jalan Menteri Supeno dan jalan Adi Sucipto depan Manahan. Ketinggian air di genangan jalan raya itu setinggi 30 centimeter," papar Nico saat dihubungi MPI, Minggu (8/5/2022).

Menurut Nico, penyebab banjir di Kota Solo dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi. Kondisi itu membuat drainase Kota tak mampu menampung curah air yang cukup banyak.

Karena tak mampu menampung curah air hujan yang cukup banyak, membuat air meluber keluar dari drainase.

"Saat ini kondisinya telah surut, banjir terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi dan cukup merata di seluruh kota Surakarta, sehingga mungkin selokan tidak memampu menampung," terangnya.

Sementara itu Kabid lalu lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo mengatakan beberapa ruas jalan terpaksa ditutup dan dialihkan keruas jalan lainnya karena di wilayah itu air cukup tinggi.

Beberapa ruas yang sempat di tutup diantaranya di overpas Manahan ditutup hingga SMP 1 Solo.

"Laporan dari central Control Room itu juga terutama sedikit krusial di jalan Slamet Riyadiyadi. Gendengan Sriwedari sampek Ngapeman. Disitu sempat ada kepadatan. Banyak kendaraan yang tidak bisa lancar melintas secara normal karena banyak genangan,"terangnya.

Melubernya air hujan hingga ke jalan raya membuat pihak Dishub, ungkap Ari, melakukan rekayasa lalu lintas.

Pihaknya juga menempatkan beberapa petugas dibeberapa titik yang genangan airnya cukup parah. Tak hanya itu water barier atau pembatas jalan terpaksa disingkirkan dulu.

"Sepanjang Slamet Riyadi kita optimalkan trafic light. Pengendalian central control room untuk mengatur waktu lampu hijau merah dan kuning. Pompa air berfungsi baik. Kondisi jalan yang semula tergenang air telah surut,"terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini