Share

Polisi Antisipasi Penyebaran PMK di Jatim

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 10 Mei 2022 11:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 519 2591630 polisi-antisipasi-penyebaran-pmk-di-jatim-4rGtB8sPxh.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

JAKARTA - Tim Satgas Pangan Polda Jatim melakukan koordinasi dengan beberapa dinas, terkait dalam mengantisipasi penyebaran virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di Jawa Timur.

Dir Reskrimsus Polda Jatim, Kombes Farman menyebut, pihaknya telah mengeluarkan Telegram kepada jajaran Polres untuk mengantisipasi penyebaran virus PMK pada hewan ternak. Hingga saat ini, diduga baru 4 kabupaten yang ada di Jawa Timur telah terpapar, antara lain Sidoarjo, Mojokerto, Gresik dan Lamongan.

"Secara klinis, penyakit ini tidak masalah karena tidak menular ke manusia. Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk masalah penanganan penyakit agar para peternak tidak panik, pemotongan ketika sakit dan ada beberapa bagian yang harus dipilah, namun pada suhu 60 sampai dengan 70 derajat, virus tersebut sudah mati," kata Farman kepada awak media, Jakarta, Selasa (10/5/2022).

BACA JUGA:Mentan: PMK Tidak Menular ke Manusia dan Kementan Siapkan Strategi Pemberantasan 

Menurutnya, virus PMK menyebabkan penyakit menular namun tingkat kematiannya rendah dan dapat disembuhkan dengan masa inkubasi 14 hari, serta masa penyembuhan 14 hari. Apabila sudah sembuh tidak ada masalah untuk dipotong, karena virus dalam PH tertentu tidak aktif dan akan mati pada suhu 60 Derajat Celcius.

"Efek dari penyakit tersebut berat badan turun, sariawan dan kuku lepas sehingga menyebabkan nafsu makan sapi menurun. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Peternakan Provinsi, Asosiasi Obat Indonesia untuk masalah PMK siap membantu dan sudah di sediakan namun untuk vaksinnya yang belum ada harus impor," ujar Farman.

 BACA JUGA:Rumah Sakit Mulai Penuh, Jokowi : Hati-Hati Mengenai Ini!

Lebih lanjut, Farman menjelaskan telah membuat arahan dalam bentuk telegram kepada para Kapolres Jajaran untuk melakukan koordinasi dengan dinas terkait guna melakukan langkah-langkah antara lain :

- Memastikan ketersediaan obat-obatan dalam rangka melanjutkan pengobatan simtomatis pada hewan ternak yang terkena wabah PMK.

- Melakukan pembatasan lalu lintas pada hewan ternak dari dan menuju daerah wabah

- Melakukan vaksinasi pada hewan ternak yang sehat

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini