Share

Sebelum Dibunuh, Janda Muda di Bandung Barat Sering Diancam dan Diteror

Adi Haryanto, Koran SI · Selasa 10 Mei 2022 21:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 525 2591971 sebelum-dibunuh-janda-muda-di-bandung-barat-sering-diancam-dan-diteror-GOCTTRuekL.jpg Mimin (55) orang tua dari Wiwin Setiani yang merupakan korban pembunuhan di Bandung Barat. (MPI/Adi Haryanto)

BANDUNG BARAT - Korban pembunuhan Wiwin Setiani (30), warga Kampung Gunung Bentang RT 04/14, Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), ternyata sempat beberapa kali menerima ancaman dari pelaku.

Hal tersebut disampaikan orang tua korban, Mimin (55). Ia menyebutkan, ketika anaknya masih hidup pelaku yang diketahui berinisial M itu kerap melancarkan ancaman. Ancaman itu tak hanya ditujukan kepada korban, tapi juga keluarganya.

"Ancamannya beragam, mulai dari kata-kata kasar, perusakan rumah, hingga menyebar fitnah bahwa korban telah mengandung bayi," kata Mimin kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Menurutnya, ancaman dari pelaku itu dilayangkan karena dia tidak menerima kalau hubungan asmaranya dengan korban harus berakhir. Bahkan pelaku justru memaksa agar pihak keluarga korban segera menikahkan korban dengan pelaku.

Dikarenakan tuntutan itu tidak dipenuhi dan korban justru memutuskan hubungan, membuat pelaku kecewa. Sudah sering dia melayangkan ancaman pembunuhan, merusak jendela, pintu rumah, juga sudah dilakukan. Bahkan lima hari sebelum kejadian, pelaku mengancam membunuh sambil membawa senjata tajam.

"Selasa lalu dia mengancam akan membunuh sambil mengacungkan senjata tajam," ujarnya.

Merasa terganggu dengan ancaman itu, pihak keluarga bersama ketua RW lalu melaporkan tindak pelaku tersebut ke aparat kepolisian. Tujuannya untuk keamanan keluarga dan menghentikan tindakan meresahkan pelaku yang dilakukan kepada korban dan keluarga.

"Lapor ke Polsek saya diminta pulang karena tidak cukup bukti. Padahal ada bukti atap asbes pecah, bekas rusak di pintu, dan kaca rumah. Tapi petugas bilang harus ada bukti barang diambil atau kerusakan senilai minimal Rp2 juta," tuturnya.

Terlepas dari itu semua, lanjut Mimin, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban. Namun dirinya meminta agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum seberat-beratnya. "Ini sudah jalannya, saya ikhlas. Tapi tolong pelaku segera ditangkap dan dihukum secara adil sesuai dengan perbuatannya," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini