Share

Disebut Pertanda Bencana, Langit Merah Darah di China Buat Penduduk Ketakutan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 11 Mei 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 18 2592385 disebut-pertanda-bencana-langit-merah-darah-di-china-buat-penduduk-ketakutan-XTo5IUqhCx.jpg Langit di Zhoushan berubah menjadi merah, menimbulkan ketakutan. (Foto: Douyin/zsgd93)

SHANGHAI – Warna langit yang berubah menjadi merah darah menimbulkan kepanikan penduduk di sebuah kota di China. Banyak yang meyakini bahwa warna langit itu merupakan pertanda buruk akan terjadinya bencana.

Video dari kota pelabuhan Zhoushan di China, yang bertetangga dengan Shanghai, menunjukkan langit berubah menjadi merah darah di bawah lapisan kabut tebal. Kepanikan terdengar dalam suara penduduk saat mereka merekam cakrawala yang berubah warna, menimbulkan ketakutan akan pertanda kiamat.

Langit merah tua paling menonjol di dekat pelabuhan, memicu kekhawatiran bahwa telah terjadi kebakaran dan api tidak dapat dikendalikan.

Fenomena langit merah ini topik trending teratas di Weibo, media sosial mirip Twitter China, menarik lebih dari 150 juta tampilan.

Di Douyin, TikTok versi China, pengguna menyebut langit merah sebagai pertanda buruk atas penanganan China terhadap pandemi Covid-19, yang muncul kembali di negara tetangga Shanghai.

Seorang pengguna mengatakan fenomena ini berarti: 'Kecelakaan akan terjadi', sementara yang lain menambahkan bahwa dia akan mulai “menimbun persediaan” mengantisipasi terjadinya bencana.

Namun, media lokal menjelaskan fenomena cuaca aneh itu bukan pertanda kiamat atau bencana besar, melainkan hasil pembiasan cahaya.

BACA JUGA: Penyebab Fenomena Langit Berwarna Merah di Tiongkok, Ini Penjelasan Ilmiahnya

"Ketika kondisi cuaca bagus, lebih banyak air di atmosfer membentuk aerosol yang membiaskan dan menyebarkan cahaya dari kapal penangkap ikan dan membuat langit merah terlihat oleh publik," kata staf Biro Meteorologi Zhoushan, yang dikutip Global Times.

Pencahayaan mungkin berasal dari kapal penangkap ikan yang sedang memanen hasil laut Pasifik, menurut media lokal yang mengutip China Aquatic Products Zhoushan Marine Fisheries Co, yang memiliki kapal tersebut.

Sementara itu ada juga warganet yang menduga bahwa materi partikulat dari Letusan Gunung Berapi Tonga 2022, yang diyakini sebagai ledakan vulkanik terbesar di abad ke-21 sejauh ini, juga bisa berkontribusi pada pembiasan cahaya.

Diwartakan Daily Mail, sejarawan baru-baru ini menemukan dokumen dari tahun 1770 dari China, Korea dan Jepang, di mana saksi mata melaporkan langit berubah menjadi merah menakutkan.

Para peneliti mengatakan kepada Live Science bahwa badai geomagnetik, yang disebabkan oleh letusan matahari yang menghantam magnetosfer bumi, mungkin telah menyebabkan peristiwa tersebut.

Media pemerintah China mengatakan aktivitas matahari dan geomagnetik pada Sabtu (7/5/2022) tenang dan tidak ada anomali signifikan dalam aktivitas matahari. Pernyataan itu menepis gagasan bahwa badai geomagnetik dan matahari mungkin telah mengubah langit menjadi merah di Zhoushan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini