Share

Viral Pedagang Siomai Bawa Ribuan Uang Receh untuk Daftar Haji, Menabung Sejak Kapan?

Tim Okezone, Okezone · Kamis 12 Mei 2022 05:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 340 2592646 viral-pedagang-siomai-bawa-ribuan-uang-receh-untuk-daftar-haji-menabung-sejak-kapan-a4HsF8nW4t.jpeg Pasutri pedagang siomai mendaftar haji. (Foto: Kemenag.go.id)

ACEH TIMUR – Kisah inspiratif datang dari tanah Aceh Timur. Seorang pedagang siomai, Nurkhalis bersama istrinya, Siti Maftuhah mendatangi Kantor Kementerian Agama untuk menyetorkan uang pendaftaran haji. Menariknya, mereka membawa uang receh logam dan uang kertas seribuan dan dua ribuan Rupiah.

Melansir Kemenag.go.id dan nu.or.id, pasangan suami itu datang ditemani anak semata wayangnya Tgk Ali Mamuti, Selasa (10/5/2022). Kehadiran ketiganya di Kawasan Idi Rayek menjadi perhatian banyak orang. Nurkhalis dan keluarganya tinggal di Kampung Akoja Kecamatan Alue Ie Mirah. Lokasi kawasan ini relatif jauh dari ibu kota Aceh Timur.

Nurkhalis mengatakan bahwa dirinya sudah menabung uang untuk berhaji sejak 24 Agustus 2020, setelah mendaftarkan haji untuk istrinya. Uang receh itu dikumpulkan dari hasil penjualan siomai, rata-rata pecahan Rp1.000.

Setelah menyelesaikan proses administrasi, Siti Maftuhah menyerahkan uang kepada petugas Bank Penerima Setoran (BPS). Bersamaan itu, diterbitkan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).

Kasi PHU Kemenag Aceh Timur Muzakir mengapresiasi inisiatif Nurkhalis dan istrinya. Ia berharap semangat Nurkhalis dan Maftuhah untuk menabung dan mendaftar haji bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya terutama generasi muda.

"Ini merupakan sejarah yang tak terlupakan dari keluarga Bapak Nurkhalis dan Ibu Maftuhah, ada calon jamaah Embarkasi Haji Aceh (BTJ) yang mendaftar haji menggunakan uang receh," katanya dikutip dari laman Kemenag.

"Meski harus menunggu antrean 32 tahun di Aceh, Muzakir, mengharapkan agar Bapak Nurkhalis dan istri diberikan kesehatan sehingga dapat menunaikan ibadah haji nantinya," harapnya.

Antrean Haji Seperti diketahui, akibat pandemi Covid-19, pelaksanaan ibadah haji untuk negara di luar Arab Saudi, khususnya di Indonesia harus tertunda selama 2 tahun. Kondisi ini pun berdampak pada semakin panjangnya antrean umat Islam yang sudah mendaftar haji di Indonesia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini