Share

Pria Berbobot 275 Kg yang Jatuh dari Lift Jalani Program Diet demi Mudahkan Penyembuhan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 11 Mei 2022 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 11 519 2592350 pria-berbobot-275-kg-yang-jatuh-dari-lift-jalani-program-diet-demi-mudahkan-penyembuhan-aZcgs9EQxc.jpg Pria bobot 275 Kg jatuh dari lift. (Foto: Dok Istimewa)

MALANG - Pria berbobot 275 kilogram yang jatuh dari lift di Kota Malang, bakal menjalani program penurunan berat badan. Pasalnya dengan berat badan yang saat ini, Dwi Ariesta Wardhani (38) itu bakal kesulitan menjalani pemulihan luka pasca jatuh dari lift.

Agung Rianto Budi Santoso, dokter spesialis ortopedi konsultan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang mengungkapkan, langkah diet untuk menurunkan berat badan Aris perlu dilakukan demi memudahkan penyembuhan pasca operasi. Mengingat dengan kelebihan berat badan yang dimiliki Aris, maka berisiko mengidap penyakit diabetes. Apalagi saat ini Aris masih harus menjalani operasi tertutup di lutut kanannya.

"Jadi sebenarnya untuk over weight tidak bermasalah untuk proses penyembuhan, kalau ada permasalahan diabet sama ginjal akan bermasalah tentang fase penyembuhannya," ucap Agung Rianto, pada Selasa (11/5/2022) kepada wartawan di RSSA Malang.

Agung menambahkan, kelebihan berat badan juga rentan pada masa penyembuhan luka patah tulang pasca-operasinya. Terlebih dengan berat badan yang berlebih bisa mengakibatkan tulang lebih lama untuk sembuh.

"Over weight bermasalah pada proses rehabilitasi untuk patah tulangnya, karena setelah operasi pasien harus menjalani proses rehabilitasi. Harapannya fungsi engkel kanan kiri dan lututnya kembali normal. Apalagi ini menyangga berat yang over weight. Ini targetnya nanti kita konsul ke dokter spesialis gizinya, yang aman 275 per minggunya turun berapa, harapannya nanti proses rehabilitasinya mengikuti program dietnya," ucap dia.

Program penurunan berat badan direncanakan sambil menunggu kondisi tubuh sebelum operasi kedua lutut kanan dilakukan. Pihaknya akan melakukan pengecekan organ-organ tubuh Dwi secara menyeluruh.

"Kita kompeherensif untuk penanganan secara holistik pasien, prinsip kita di RSSA kalau patah tulang kita urusi patah tulangnya saja enggak. Yang kita temukan apa kita sekalian bereskan, mulai fungsi ginjalnya kita perbaiki, diabetnya kita observasi program dietnya kita coba untuk bantu pasien menurunkan berat badan, kita kau kecolongan," bebernya.

Rencananya operasi bakal dilaksanakan pekan depan antara hari Selasa atau Rabu sesuai jadwal operasi yang telah diagendakan.

"Selama dari penyakit dalam sama gizi accept untuk tindakan operatif dan toleransi pembiusannya sudah bisa dilaksanakan, kita akan melakukan tindakan operatif yang sebenarnya atau definitif minggu depan," pungkasnya.

Sebelumya Dwi warga Perumahan Puri Kartika Blok Q Nomor 14, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, terjatuh dari lift di rumahnya, pada Sabtu (7/5/2022). Pria itu berniat menolong ibunya yang berada di lantai satu rumahnya.

Lift yang berada di dalam rumah itu difungsikan untuk naik turun di dalam rumah karena penghuni rumah memiliki postur tubuh yang besar. Akibat kejadian itu Aris mengalami patah tulang di kedua kakinya. Evakuasi pun berlangsung cukup lama sekitar 1,5 jam dengan mengerahkan 15 petugas gabungan PMI dan pemadam kebakaran Kota Malang dibantu belasan warga sekitar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini