Share

Thailand Beri 1 Juta Tanaman Ganja Gratis untuk Rumah Tangga, Bisa Ditanam untuk Pengobatan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 12 Mei 2022 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 18 2593043 thailand-beri-1-juta-tanaman-ganja-gratis-untuk-rumah-tangga-bisa-ditanam-untuk-pengobatan-pPYX1hwmJr.jpg Thailand akan beri 1 tanaman ganja secara gratis (Foto: SIPA/AP)

THAILAND - Pemerintah Thailand akan mendistribusikan satu juta tanaman ganja gratis ke rumah tangga di seluruh negara pada Juni mendatang untuk menandai aturan baru yang memungkinkan orang menanam ganja di rumah.

Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul mengumumkan langkah tersebut dalam sebuah posting Facebook pada 8 Mei lalu, ketika dia menyatakan niatnya untuk menanam tanaman ganja seperti "tanaman rumah tangga."

Aturan baru yang akan mulai berlaku pada 9 Juni mendatang ini akan memungkinkan orang menanam tanaman ganja di rumah setelah memberi tahu pemerintah daerah mereka, tetapi tanaman itu harus memiliki tingkat medis dan digunakan secara eksklusif untuk tujuan pengobatan. Selain itu, ganja tidak dapat digunakan untuk tujuan komersial tanpa izin lebih lanjut.

Baca juga: Thailand Tegaskan Pemboman pada Ramadan Tidak Akan Gagalkan Pembicaraan Damai dengan Pemberontak

Langkah ini merupakan langkah terbaru dalam rencana Thailand untuk mempromosikan ganja sebagai tanaman komersial. Menurut Bank Dunia, sekitar sepertiga dari tenaga kerjanya bekerja di bidang pertanian.

Baca juga: Berkebun Ganja, Tersangka Ngaku untuk Konsumsi Pribadi   

Di wilayah yang terkenal dengan hukuman keras terhadap obat-obatan terlarang, Thailand menjadi negara pertama di Asia Tenggara pada 2018 yang melegalkan ganja untuk penelitian dan penggunaan medis.

Kerajaan juga telah melonggarkan undang-undang lokal seputar ganja. Minuman Thailand dan perusahaan kosmetik tahun lalu bergegas untuk meluncurkan produk dengan rami dan CBD, senyawa yang tidak memberikan pengguna yang tinggi, setelah penggunaannya disetujui untuk barang-barang konsumen.

Dalam posting Facebook lebih lanjut pada 10 Mei, Anutin mencatat bahwa perusahaan Thailand yang terdaftar untuk melakukannya dapat menjual produk ganja yang mengandung kurang dari 0,2 tetrahydrocannabinol, atau THC, bagian dari tanaman yang bertanggung jawab untuk membuat orang mabuk.

"Ini akan memungkinkan orang dan pemerintah untuk menghasilkan lebih dari 10 miliar baht per tahun pendapatan dari ganja dan rami," tulis Anutin.

Kitty Chopaka, seorang pengusaha ganja yang berbasis di Bangkok, mengatakan kepada CNN bahwa undang-undang itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi orang-orang untuk menggunakan tanaman itu dalam teh atau sup obat.

"Itu masih akan dianggap kriminal jika Anda tidak memiliki resep hukum dan Anda harus menjadi pasien dari beberapa bentuk penyakit agar ini berhasil. Hanya dengan begitu Anda dapat menanam ganja di rumah dan menggunakannya sesuka Anda,” terangnya.

Dia menambahkan meskipun penggunaan narkoba untuk rekreasi tetap ilegal, namun merokok ganja akan terjadi, dan pemerintah tidak mungkin dapat menghentikannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini