Share

Pesawat Bawa 11 Penumpang Jatuh di Hutan, Diduga Tidak Ada yang Selamat

Susi Susanti, Okezone · Kamis 12 Mei 2022 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 18 2593154 pesawat-bawa-11-penumpang-jatuh-di-hutan-diduga-tidak-ada-yang-selamat-rn1T9J94An.jpg Pesawat bawa 11 penumpang jatuh di hutan (Foto: CNA)

KAMERUN - Sebuah pesawat yang membawa 11 orang dilaporkan jatuh di hutan saat badai menghantam. Dugaan kuat mencuat jika tidak mungkin salah satu dari 11 selamat setelah pesawat jatuh di dekat Nanga Eboko, Provinsi Tengah di Kamerun.

Pihak berwenang mengatakan insiden tragis itu terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat pada Rabu (11/5/2022).

Badai besar diketahui melanda ibu kota negara itu, Yaoundé pada sore hari, menyebabkan pesawat kehilangan sinyal setelah lepas landas dari bandara Nsimalen di kota itu.

Menteri Transportasi Kamerun Ernest Ngalle Bibehe mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa kontrol lalu lintas udara kehilangan kontak dengan pesawat.

Baca juga: Pesawat Jatuh di Jalanan Padat, Tewaskan 6 Orang

Menurut CNA, pihak berwenang mengirim tim penyelamat udara dan darat setelah pesawat itu menghilang. Tim penyelamat itu sekarang telah mencapai reruntuhan tetapi tetap sangat tidak mungkin ada orang yang berhasil keluar hidup-hidup.

Baca juga: Pesawat Tabrak Supermarket, 2 Orang Meninggal dan 3 Terluka 

Pihak berwenang belum mengungkapkan maskapai penerbangan mana milik pesawat itu tetapi mereka merilis beberapa gambar dari lokasi kecelakaan.

Seorang pejabat kementerian, berbicara secara anonim, mengatakan pesawat itu "jatuh" dan tim penyelamat "berusaha untuk melihat apakah mungkin untuk menyelamatkan siapa pun".

Kamerun24 melaporkan bahwa kecelakaan itu tidak meninggalkan korban selamat. Namun halini belum dikonfirmasi oleh sumber resmi.

Daftar nama-nama penumpang tersebut kini telah dirilis. Yakni Dicka Endalle Estelle, Kesseng Jean Charles, Pewite Nkwenti Serge, Tchehou Tchakounte Serge, Asu Rudolf, Baban Andre, Kouayep Armand, dan Ndanjo Gadinga Celetsine Tchatua Ernest.

Menurut sumber resmi, beberapa di antaranya adalah personel maskapai penerbangan sedangkan yang lain adalah pekerja di Perusahaan Transportasi Minyak Kamerun (COTCO), perusahaan swasta yang mencarter pesawat.

COTCO mengelola jaringan pipa hidrokarbon yang membentang antara Kamerun dan negara tetangga Chad.

Tragedi itu adalah bencana udara besar pertama yang dilaporkan di Kamerun sejak 2007, ketika sebuah pesawat Kenya Airways yang membawa 114 orang jatuh setelah lepas landas dari Bandara Douala, tanpa meninggalkan korban selamat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini