Share

Jurnalis Al Jazeera Tewas Ditembak, Presiden Palestina Bakal Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 13 Mei 2022 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 18 2593328 jurnalis-al-jazeera-tewas-ditembak-presiden-palestina-bakal-seret-israel-ke-mahkamah-pidana-internasional-6KsHFvvc0X.jpg Presiden Palestina, Mahmoud Abbas (foto: dok Mike Segar/Reuters)

PALESTINA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, pihaknya akan membawa kasus pembunuhan wartawati berdarah Palestina-Amerika, Shireen Abu Aqla ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Diketahui Shireen Abu Aqla tewas ditembak saat meliput serangan Israel di kawasan pendudukan Tepi Barat.

Dalam pidato menjelang pemakaman, Presiden Abbas menggambarkan Shireen Abu Aqla sebagai "suhada dunia yang bebas" yang "mengorbankan nyawanya" untuk membela kepentingan Palestina.

BACA JUGA:Indonesia Kecam Aksi Pasukan Israel yang Tewaskan Jurnalis Al Jazeera 

"Kami menganggap otorita pendudukan Israel bertanggungjawab atas pembunuhannya dan tidak akan bisa menutup-nutupi fakta dengan kejahatan ini," kata Presiden Abbas pada Kamis 12 Mei 2022.

Ditambahkan bahwa Otorita Palestina menolak tawaran Israel untuk melakukan penyelidikan bersama "karena kami tidak mempercayai mereka" dan kasus ini selanjutnya akan diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional.

 BACA JUGA:Jurnalis Al Jazeera Tewas Ditembak di Tepi Barat, Presiden Palestina: Israel Bertanggung Jawab Penuh

ICC dan pemerintah Israel sejauh ini belum memberikan tanggapan atas upaya membawa kasus ini ke pengadilan internasional. Israel tidak mengakui kewenangangan ICC dan menolak bekerja sama dalam penyelidikan tentang dugaan kejahatan perang di wilayah-wilayah yang didudukinya.

Sehari sebelumnya, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa Abu Aqla meninggal dunia setelah menderita luka berat di kepala saat ia meliput penyerbuan aparat keamanan Israel di sebuah kamp pengungsi di kota Jenin untuk stasiun televisi Al-Jazeera pada hari Rabu pagi (11/05).

Al-Jazeera, yang berbasis di Qatar, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa korespondennya itu dibunuh "dengan sengaja" dan "dengan darah dingin" oleh pasukan Israel.

Jaringan media itu juga mengutip saksi mata yang mengatakan bahwa "penembak jitu sengaja menembak Shireen di kepala, meskipun perempuan itu mengenakan rompi dan helm yang jelas bertuliskan 'pers'".

Perdana Menteri Israel mengatakan "kemungkinan besar" rombongan Al-Jazeera itu ditembak oleh orang-orang bersenjata dari pihak Palestina selama baku tembak. Peristiwa ini terjadi saat kekerasan antara Israel dan Palestina kembali memanas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini