Share

Polres Jember Gagalkan Penjualan 1.300 Benih Lobster Ilegal

Antara, · Kamis 12 Mei 2022 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 519 2592704 polres-jember-gagalkan-penjualan-1-300-benih-lobster-ilegal-7cgncByvT5.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JEMBER - Tim Kalong Kepolisian Resor Jember, Jawa Timur, berhasil menggagalkan penjualan 1.300 benih lobster dan mengamankan seorang pelaku dengan inisial DF warga Kabupaten Jember yang diamankan di Mapolres setempat.

"Tim dari Unit Satreskrim Polres Jember berhasil mengungkap penjualan benih lobster di wilayah Puger yang akan dikirim ke Banyuwangi," kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo dalam rilis yang diterima ANTARA di kabupaten setempat, Rabu (11/5/2022) malam.

Menurutnya, satu pelaku berinisial DF yang merupakan pengepul berhasil diamankan dan saat ini masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut, sedangkan satu pelaku lainnya berinisial H yang menjadi penyuplai benih lobster ke DF berhasil melarikan diri dan kini dalam pengejaran petugas.

"Modus dari pelaku adalah membeli benih lobster tersebut dari oknum yang diketahui berinisial H yang saat ini masih diburu oleh Satreskrim Polres Jember, sedangkan DF menjadi pengepul akan menghubungi pembeli dari Banyuwangi untuk menentukan tempat pengambilan benih lobster tersebut," tuturnya.

Baca juga: RI Gagalkan Penyelundupan 158.800 Benih Lobster hingga Sita Kapal Hantu

Ia mengatakan pelaku mendapatkan benih lobster dari H dan setelah pelaku mendapatkan cukup benih lobster, maka pelaku akan menghubungi pembeli untuk menentukan tempat transaksinya yang selalu berpindah-pindah untuk mengelabui petugas.

Baca juga: Sindikat Penyelundupan Benih Lobster Ditangkap di Muara Baru

"Penjualan benih lobster yang dilakukan secara ilegal itu merupakan tindak pidana kejahatan karena dilakukan tanpa izin dan pelaku juga tidak memiliki SIUP, yang diatur dalam UU nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan," katanya.

Penjualan secara ilegal yang dilakukan pelaku ini bisa dikenakan sanksi pidana yang diatur dalam pasal 88 junto pasal 16 ayat 1 atau pasal 92 ayat 1 junto pasal 26 ayat 1 UU RI nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan dan Junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan pasal 92 junto pasal 26 UU RI nomor 19 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dimana ancaman untuk pelaku adalah maksimal 8 tahun penjara.

Sementara DF mengatakan bahwa dirinya sudah melakukan aktivitas sebagai pengepul lobster selama 2 tahun, dimana 1 benih lobster jenis pasir dijual seharga Rp6 ribu per ekor-nya dan untuk jenis benih lobster mutiara dijual seharga Rp10 ribu per ekor-nya.

"Untuk pengiriman benih lobster, kami menggunakan plastik yang sudah diberi oksigen untuk pembungkusnya dan dimasukkan ke dalam tas ransel. Kadang pembeli datang ke Jember, namun kadang kami bertemu di kawasan Gunung Gumitir," ujarnya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Benur Rp2,5 Miliar di Lebak Banten

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini