Share

Mojokerto Ricuh, Ratusan Warga Ngamuk Usir Satu Keluarga Informan Polisi Gadungan

Sholahudin, iNews · Kamis 12 Mei 2022 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 12 519 2592993 mojokerto-ricuh-ratusan-warga-ngamuk-usir-satu-keluarga-informan-polisi-gadungan-YCSr9RwWP2.jpg Foto: MNC Media

MOJOKERTO - Kericuhan terjadi di Desa Balongwono, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu malam, 11 Mei 2022.

(Baca juga: Papua Mencekam! Bentrok Ribuan Warga dengan Brimob karena Penolakan Daerah Otonomi Baru)

Ratusan warga nyaris menghakimi, dan mengusir satu keluarga dari desanya, karena diduga menjadi mata-mata polisi gadungan yang telah menipu dan memeras sejumlah warga.

Keberadaan keluarga tersebut, dianggap warga sudah sangat meresahkan. Banyak warga menjadi korban, hingga harus mengeluarkan uang puluhan juta rupiah, karena aksi komplotan polisi gadungan. Proses pengusiran berlangsung ricuh, karena ratusan warga nekat akan mengeroyok keluarga tersebut.

Keluarga yang tinggal di Dusun Wates Wetan tersebut, didatangi ratusan warga dan langsung mengusir paksa Viki Andri Asmoro bersama istri dan dua anaknya, serta ayah Viki Andri Asmoro, Muslikin yang diduga sebagai otak mata-mata polisi gadungan tersebut.

Anggota Polsek Trowulan yang datang ke lokasi, harus bersusah payah untuk mengevakuasi keluarga tersebut menggunakan mobil dinas polisi. Petugas harus berjibaku dengan ratusan massa yang mencoba merangsek dan mengeroyok keluarga tersebut.

Keluarga tersebut akhirnya dibwa ke Polsek Trowulan. Kepala Desa Balongwono, Puji Rahayu mengatakan, kasus pengusiran paksa ini merupakan buntut komplotan polisi gadungan yang menangkap warga dengan tuduhan pengguna narkoba.

"Ratusan warga membuat surat pernyataan, meminta agar keluarga tersebut diusir dari Desa Balongwono, karena sudah dangat meresahkan. Bahkan, banyak warga menjadi korban pemerasan polisi gadungan dengan modus penangkapan kasus narkoba, hingga mengalami kerugian ratusan juta rupiah," tegasnya.

Sebelumnya, pada Minggu (8/5/2022) empat orang polisi gadungan ditangkap massa dan dirusak mobilnya, karena menangkap warga dengan tuduhan terlibat kasus narkoba. Saat melakukan penangkapan, empat orang tersebut tidak mampu menunjukkan surat tugasnya, dan akhirnya terbongkar mereka merupakan polisi gadungan.

Komplotan polisi gadungan ini, sangat berani dalam melancarkan aksinya. Mereka menangkap warga, lalu dibawa ke suatu tempat. Kemudian, mereka menghubungi keluarga orang yang ditangkap atas tuduhan penyalahgunaan narkoba, untuk meminta sejumlah uang sebagai tebusan untuk melepaskan orang yang ditangkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini