Share

Efek Elon Musk, Twitter Pecat Dua Eksekutif dan Bekukan Perekrutan

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 13 Mei 2022 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 18 2593570 efek-elon-musk-twitter-pecat-dua-eksekutif-dan-bekukan-perekrutan-cECsnZOK9w.jpg Ilustrasi Twitter/Okezone

JAKARTA - Kepala Eksekutif Twitter memecat dua eksekutif puncak dan membekukan sebagian besar perekrutan baru dan mengatakan dia akan memangkan pengeluaran juga, Kamis (13/5/2022).

Melansir dari NY Times, perusahaan ini mencoba mengubah lintasan bisnisnya sambil bergulat dengan pengambilalihan Elon Musk.

Dalam sebuah memo yang dibagikan kepada karyawan dan diperoleh NY Times, Parag Agrawal, Kepala Eksekutif Twitter mengatakan bahwa perusahaan itu menghentikan sebagian besar perekrutan dan menarik kembali pengeluaran diskresioner, meskipun tidak merencanakan PHK.

Pergerakan tersebut sebagian berasal dari Twitter yang tidak mencapai target audiens dan pertumbuhuan pendapatan, tulis Agrawal.

Kayvon Beykpour, Manajer Umum Twitter, dan Bruce Falck, Manajer Umum Pendapatan akan pergi, kata memo itu.

Beykpour digantikan oleh Jay Sullivan, Manajer Umum sementara produk konsumen.

"Sangat penting untuk memiliki pemimpin yang tepat waktu pada waktu yang tepat," kata Agrawal.

Dia menambahkan bahwa Twitter telah memutuskan pada awal pandemi tahun 2020 untuk berinvestasi secara agresif dalam pertumbuhan, tetapi perusahaan tidak mencapai tonggak pencapaian menengah yang memungkinkan kepercayaan pada tujuannya.

Beykpour dan Falck mengatakan di akun Twitternya bahwa mereka telah dipecat oleh Agrawal.

Falck kemudian menghapus kicauan Twitter-nya tersebut.

Brian Poliakoff, juru bicara Twitter, mengonfirmasi memo itu an perubahan Agrawal. Dia menolak berkomentar lebih jauh.

Perubahan tersebut menimbulkan pertanyaan bagi Elon Musk tentang kesepakatannya senila 44 miliar Dollar AS untuk membeli Twitter.

Miliarder ini yang mengatakan dia tidak peduli dengan ekonomi perusahaan, membayar 54,20 Dollar AS per saham untuk perusahaan.

Dalam sebuah promosi kepada investor, dia juga mengatakan ingin melipatgandakan pendapatan Twitter di tahun 2028 dan meningkatkan penggunanya menjadi 931 juta pada saat itu, naik dari 217 juta pada akhir tahun lalu.

Tteapi saham Twitter telah tenggelam, bagian dari kemunduran yang lebih luas dalam saham teknologi dan melayang di 45,22 Dollar AS pada hari Kamis.

Langkah Agrawal juga menandakan bahwa bisnis perusahanan, yang sebagian besar mengandalkan periklanan digital, sedang bermasalah.

Bulan lalu, Twitter melaporkan pertumbuhan pendapatan dan labar kuartalan yang jauh dari apa yang telah diantisipasi Wall Street.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini