Share

'Kursi Kosong' Wakili Myanmar pada KTT AS-ASEAN

Agregasi VOA, · Jum'at 13 Mei 2022 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 18 2593711 kursi-kosong-wakili-myanmar-pada-ktt-as-asean-beBT9d3eMn.jpg Presiden Amerika Serikat Joe Biden berfoto bersama para pemimpin negara ASEAN selama KTT Khsusus di Gedung Putih, Washington, AS, 12 Mei 2022. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Joe Biden dan para pemimpin ASEAN telah setuju untuk menempatkan sebuah kursi kosong yang mewakili pemerintahan sipil Myanmar selama berlangsungnya KTT AS–ASEAN di mana Presiden Biden menjadi tuan rumah, demikian konfirmasi dari juru bicara Dewan Keamanan Nasional kepada VOA.

BACA JUGA: Santap Malam Bersama Biden, Jokowi : Kemitraan Sangat Penting di Tengah Ketidakpastian

Myanmar akan menjadi “bahan pembicaraan intensif” selama pertemuan tersebut dan kursi kosong itu mencerminkan "ketidakpuasan yang terjadi serta harapan kami bagi sebuah jalan ke depan yang lebih baik," demikian kata seorang pejabat senior pemerintahan Biden.

Pejabat pemerintahan Biden telah mengungkapkan kekecewaannya karena meskipun ASEAN mengadopsi rencana perdamaian yang disebut "Konsensus Lima Poin” tahun lalu, junta yang berkuasa masih meneruskan pelanggaran HAM di Myanmar.

BACA JUGA: Jokowi : Sejak 2019 ASEAN Memastikan Keberlangsungan Perdamaian

Amerika Serikat mendukung berbagai proposal termasuk upaya ASEAN untuk membuka jalur informal dengan pihak Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) Myanmar yang terasingkan.

Rencana tersebut, yang diusulkan oleh Malaysia, segera dikecam oleh pihak junta yang berkuasa.

“Kami terus memperhatikan Burma dengan keprihatinan mendalam mengingat eskalasi kekerasan yang berlangsung di sana,” demikian ujar Deputi Asisten Menteri Luar Negeri AS Jung Pak kepada VOA pada Rabu (11/5/2022).

“Kami akan terus bekerja sama dengan sahabat-sahabat ASEAN kami guna mencari jalan agar Burma bisa kembali ke jalur demokrasi. Jadi, kami menyambut setiap proposal, dan kami akan terus bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini