Share

Bentrokan Massa dengan Polisi Israel di Pemakaman Jurnalis Al Jazeera, Belasan Orang Terluka

Agregasi BBC Indonesia, · Sabtu 14 Mei 2022 00:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 18 2593945 bentrokan-massa-dengan-polisi-israel-di-pemakaman-jurnalis-al-jazeera-belasan-orang-terluka-ftT6iMfeY1.jpg Para pelayat saat bersama jenazah jurnalis Al Jazeera yang tewas ditembak militer Israel (foto: Reuters)

YERUSALEM - Bentrokan terjadi antara polisi Israel dan massa yang datang menghadiri pemakaman wartawan Shireen Abu Aqla, yang tewas tertembak di daerah yang diduduki Tepi Barat. Pemakaman di Yerusalem Timur itu diselenggarakan dengan keamanan yang diperketat.

Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah massa yang mengibarkan bendera Palestina. Mereka dituduh mengganggu ketertiban umum dengan melempar batu dan meneriakkan slogan-slogan nasionalistik.

BACA JUGA:Buntut Penembakan Jurnalis Al Jazeera, Senjata Tentara Israel Disita untuk Penyelidikan 

Shireen yang bekerja untuk Al Jazeera ditembak mati pada Rabu 11 Mei 2022, ketika meliput penggrebekan Israel di kota Jenin. Pembunuhan itu menimbulkan kecaman luas, dengan Israel dan Palestina saling menyalahkan.

Otorita Palestina dan Al Jazeera menyatakan Shireen ditembak mati oleh pasukan Israel, sementara Israel mengatakan tidak bisa memastikan apa yang terjadi dan bahwa wartawati ditembak oleh warga Palestina. Laporan Israel juga menyebutkan kemungkinan "beberapa peluru" ditembak oleh seorang tentara ke "arah teroris yang melepaskan tembakan ke kendaraannya."

 BACA JUGA:Jurnalis Al Jazeera Tewas Ditembak, Presiden Palestina Bakal Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Palestina menolak permintaan Israel untuk melakukan penyelidikan bersama dengan mengatakan mereka tidak percaya Israel. Kedua belah pihak melakukan penyelidikan masing-masing.

Wartawan BBC Tom Bateman di Yerusalem mengaakan ada tekanan untuk melakukan penyelidikan kematian Shireen Abu Aqla secara cepat dan transparan. Ia mengatakan fokusnya adalah peluru yang menembaknya, yang ditemukan dalam otopsi namun dilaporkan adalah jenis yang digunakan baik oleh tentara Israel dan Palestina.

Pemakaman diselenggarakan sementara pasukan Israel melanjutkan serangan di daerah yang diduduki di Tepi Barat, Jenin, tempat wartawan berdarah Palestina-Amerika itu ditembak pekan ini.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan penggerebekan pasukan Israel ini melukai setidaknya 11 orang. Militer Israel mengatakan mereka melakukan "operasi kontra terorisme" di luar Jenin.

Kematian Shireen yang meliput Palestina dan Timur Tengah dalam dua dekade ini diperkirakan akan semakin menyulut ketegangan.

Juru bicara Israel mengatakan, ratusan petugas keamanan dikerahkan untuk pemakaman ini. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan pihaknya akan membawa kasus pembunuhan Shireen Abu Aqla ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini