Share

Kapal Perang China Dituding Mengintai Jelang Pemilu Australia

Agregasi VOA, · Sabtu 14 Mei 2022 02:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 13 18 2593960 kapal-perang-china-dituding-mengintai-jelang-pemilu-australia-9ejCUDARXy.jpg Kapal Perang China (foto: Reuters)

AUSTRALIA - Menteri pertahanan Australia, Peter Dutton mengatakan, sebuah kapal perang China dengan kemampuan mata-mata melakukan kegiatan yang tergolong tindakan agresif di garis pantai barat negara itu, pada Jumat (13/5/2022).

Menteri Peter mengatakan, kapal itu terlihat bergerak menuju utara, sekitar 250 mil laut dari Broome di Australia Barat, dan telah terlacak berada di sepanjang garis pantai itu selama sepekan terakhir.

“Tujuannya, tentu saja, untuk mengumpulkan informasi intelijen di sepanjang garis pantai,” kata Dutton.

 BACA JUGA:Kapal Mata-Mata China Terdeteksi di Lepas Pantainya, Australia: Ini Bentuk Serangan

“Kapal itu berada tidak jauh dari lokasi instalasi-instalasi militer dan intelijen Australia di pantai barat," katanya.

Ia mengatakan, ini kali pertama kapal perang China menjelajah sejauh ini ke selatan dan bahwa pihak berwenang sedang memantau kapal itu secara seksama dengan pesawat dan dengan berbagai teknik pengawasan.

 BACA JUGA: Pemungutan Suara Awal Dimulai dalam Pemilu Australia, Partai Buruh Masih Unggul

“Saya kira ini adalah tindakan agresif, terutama karena kapal itu bergerak begitu jauh ke selatan,'' kata Dutton.

Ketegangan antara China dan Australia meningkat baru-baru ini setelah China menandatangani pakta keamanan dengan Kepulauan Solomon

Dalam delapan hari lagi, rakyat Australia akan pergi ke TPS-TPS untuk memberikan suara dalam pemilihan umum. Dutton mengatakan waktu pengumumannya mengenai aksi kapal perang China tidak ada hubungannya dengan kampanye pemilu.

Angkatan Pertahanan Australia mengidentifikasi kapal tersebut sebagai kapal pendukung intelijen kelas Dongdiao bernama Haiwangxing.

“Australia menghormati hak semua negara untuk menjalankan kebebasan navigasi dan penerbangan di perairan dan wilayah udara internasional, sama seperti kami mengharapkan negara-negara lain menghormati hak kami untuk melakukan hal yang sama,'' kata Kementerian Pertahanan Australia dalam sebuah pernyataan. ''Kami akan terus memantau operasi kapal itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini