Share

Antisipasi Penyebaran PMK, Satgas Pangan Polda Jateng Cek 4 Lokasi

Tim Okezone, Okezone · Minggu 15 Mei 2022 22:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 512 2594676 antisipasi-penyebaran-pmk-satgas-pangan-polda-jateng-cek-4-lokasi-QyUnPDaqyV.jpg Penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak. (Ilustrasi)

JAKARTA - Satgas Pangan Polda Jawa Tengah (Jateng) mengecek hewan ternak suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah lokasi di wilayah tersebut. .

Giat Satgas Pangan Polda Jateng bersama Satgas Pangan Polres jajaran dan Dinas Peternakan Kabupaten serta Dinas Kesehatan dalam rangka monitoring dan antisipasi penyebaran PMK.

Dari informasi yang diterima Okezone di Jakarta, pengecekan dilakukan di 4 lokasi mulai dari pasar hewan hingga peternakan pada Minggu (15/5/2022). Lokasi tersebut adalah Desa Singosari Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, pemilik Haryono alias Gandung; Pasar Hewan Jatinom Klaten Alamat Dusun. Bonyokan, Desa Bonyokan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten; Pasar Hewan Wonolelo Kabupaten Wonosobo; serta Desa Pedurubgan Barat Rt 4/Rw 2 Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, peternak sapi Sadi.

Di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, ditemukan 15 sapi terjangkit PMK. Hal itu berawal aat pemilik membeli 2 sapi dari Pracimantoro tanpa dilengkapi dokumen kesehatan. Setelah beberapa hari terjangkit PMK dan menular ke sapi yang lain hingga mencapai 15 ekor sapi.

"Sudah ada tindakan pengobatan dan pemantauan dari Dinas Kesehatan Hewan Boyolali dan Puskeswan Mojosongo. Sementara dilakukan isolasi terhadap sapi tersebut," katanya.

Lokasi berikutnya yang dicek adalah Pasar Hewan Jatianom. Dari lokasi itu diperiksa ternak sebanyak 128 kendaraan dan 455 sapi. Terdapat 6 kendaraan berisi 15 sapi terindikasi sakit. Selanjutnya dilakukan pengobatan dan tidak boleh memasuki pasar dan diarahkan untuk dibawa pulang ke kandang asalnya.

"Hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, didapat keterangan bahwa penularan PMK sangat tinggi akan tetapi tingkat kematian rendah," katanya.

Kemudian potensi penularan dapat terjadi melalui manusia selaku pembawa virus dari ternak yang terinfeksi kepada ternak yang masih sehat.

Disarankan tidak mendatangi satu kandang ke kandang yang lain, dari pasar hewan ke kandang ternak, hal tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan potensi penularan virus.

BACA JUGA:DPR Minta Wabah PMK Hewan Ternak Ditangani dengan Cepat 

Sebagai upaya tindak lanjut, sesuai anjuran dari Kadinas dalam rangka pengecekan untuk tidak besentuhan secara langsung dan tidak mendatangi dari kandang satu ke kandang yang lain dalam satu waktu (dalam satu hari) sebelum disterilisasi baik badan maupun pakaian yang digunakan.

Selanjutanya pengecekan di pasar hewan Wonolelo Wonosobo. Telah dilakukan upaya preventif yaitu pemasangan pamflet di depan pasar dan dilakukan penyemprotan terhadap kendaraan yang membawa sapi pada saat masuk dan keluar pasar hewan.

Kemudian telah dilakukan sosialisasi langsung oleh Tim dan telah dipahami peternak dengan cara menunjukkan ciri sapi yang sehat dan tidak terdapat penyakit.

Di Wonosobo, jumlah populasi sapi sebanyak 23.436 ekor dengan jumlah yang terkena PMK nihil. Jumlah yang mati nihil, dan jumlah yang potong paksa nihil.

Jumlah populasi kambing sebanyak 20.635 ekor dengan jumlah yang terkena PMK satu ekor, jumlah yang mati nihil dan jumlah yang potong paksa nihil.

Jumlah populasi domba sebanyak 111.980 ekor, jumlah yang terkena PMK 2 ekor, jumlah yang mati nihil, dan jumlah yang potong paksa nihil.

Menurut petugas dari dinas peternakan hasil positif akan dicek ulang kurang lebih 2 minggu setelah tes pertama, karena hasil angka tes tinggi (hasil ct positif< 40) mendekati ambang normal dan tidak ditemukan secara eksplisit tanda tanda hewan tersebut terjangkit PMK

Petugas dari Dinas peternakan sudah meminta peternak untuk isolasi ternak yaitu tidak memasukan dan mengeluarkan ternaknya.

Sebagai tindak lanjut, telah dibentuk Posko PMK yang melibatkan Dinas Perternakan dengan Satgas Pangan Wonosobo, telah dilakukan upaya karantina agar PMK tidak menyebar, telah dilakukan pengobatan teehadap hewan yang terjangkit PMK oleh Dinas Peternakan Wonosobo.

Lokasi terakhir adalah peternakan hewan di Pemalang. Jumlah sapi yang terjangkit PMK di Pemalang sebanyak 20 ekor. Dari hewan sapi yang terjangkit PMK 3 di antaranya mati berasal dari peternakan Sahuri, Desa Kartosari, Kecamatan Ulujami.

Tindak Lanjut yang telah dilakukan Dinas Pertanian adalah dengan pemberian antibiotik, vitamin, dan penyemprotan disinfektan di kandang peternak sapi.

Satgas pangan serta dinas pertanian telah membentuk posko bagi masyarakat yang mau melaporkan terkait ternak yang terjangkit PMK.

"Himbauan kepada pemilik ternak sapi agar hewan yang sudah terjangkit PMK untuk disediakan tempat sendiri/diisolasi supaya tidak menulari hewan ternak yang lain," katanya.

Masyarakat khususnya peternak sapi juga diimbau tidak membeli sapi dari luar Jawa Tengah khususnya dari Jawa Timur.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini