Share

Angin Puting Beliung Terjang Bandung, Ini Penjelasan BMKG

Arif Budianto, Koran SI · Minggu 15 Mei 2022 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 15 525 2594452 angin-puting-beliung-terjang-bandung-ini-penjelasan-bmkg-HxYZvVgRc5.jpg Illustrasi (foto: dok Okezone)

BANDUNG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait kondisi cuaca Bandung, dan Bogor yang menyebabkan timbulnya angin puting beliung dan sambaran petir.

Informasi yang dihimpun, peristiwa alam terjadi pada Sabtu (14/5/2022) yaitu angin puting beliung di Kota Bandung pada siang menjelang sore hari, yang mengakibatkan atap beterbangan. Juga telah terjadi petir di kawasan Camp Gayatri Kampung Citeko, RT 01/09, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan 1 orang tersambar petir dan tewas.

BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Lebak Banten, Belasan Rumah Rusak

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Bogor Indra Gustari, berdasarkan analisis terkini dinamika atmosfer tanggal 14 Mei 2022, dipengaruhi oleh fenomena global yakni La Nina dengan intensitas lemah (Indeks Nino 3.4 -0.76) yang dapat menyebabkan peningkatan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Jawa Barat. Secara umum angin bertiup dari arah timur hingga tenggara.

"Terdapat pola belokan angin di wilayah Jawa Barat yang dan membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Jawa Barat. Kondisi ini mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Jawa Barat. Tingkat labilitas atmosfer di wilayah Jawa Barat juga berada pada kategori labil sedang hingga tinggi sehingga mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif, " jelas dia.

BACA JUGA:Angin Puting Beliung Terjang Kepulauan Seribu, 2 Kapal Tenggelam dan 4 Nelayan Hilang 

Melihat kondisi iklim di Jabar yang cepat berubah, BMKG merekomendasikan kepada masyarakat dan instansi yang terkait agar tetap waspada terhadap peningkatan potensi terjadinya angin puting beliung dan hujan es pada siang hingga sore hari.

Kondisi tersebut ditandai dengan pemanasan kuat antara pukul 10.00 hingga 14.00 WIB yang mengakibatkan pembentukan awan konvektif dengan dasar awan yang gelap, puncak awan menjulang tinggi seperti kembang kol dan terkadang memiliki landasan pada puncaknya (awan jenis Cumulonimbus).

"Khusus untuk daerah bertopografi curam atau bergunung atau tebing atau rawan longsor agar tetap waspada khususnya pada kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang terjadi selama beberapa hari berturut-turut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini