Share

WHO Beri Peringatan Bahwa Covid-19 di Korea Utara Bisa Menyebar Sangat Cepat

Tim Okezone, Okezone · Senin 16 Mei 2022 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 16 18 2595081 who-beri-peringatan-bahwa-covid-19-di-korea-utara-bisa-menyebar-sangat-cepat-TOf5K4yQju.jpg Ilustrasi/Okezone

KOREA UTARA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberi peringatan bahwa Covid-19 dapat menyebar dengan cepat di Korea Utara terlebih program vaksinasi belum dimulai, Senin (16/5/2022)

"Dengan negara yang belum memprakarsai vaksinasi Covid-19, ada risiko virus dapat menyebar dengan cepat di antara massa kecuali dibatasi dengan tidnajan segera dan tepat," kata Poonam Khetrapal Singh, Direktur Regional WHO untuk Asia Tenggara dalam sebuah pernyataan dikutip dari Korea Times.

Dalam pernyataan yang sama, WHO mengatakan belum menerima informasi tentang wabah yang dilaporkan langsung dari otoritas setempat.

Diketahui, situasi di Korea Utara telah berubah dari buruk menjadi lebih buruk sejak negara tertutup itu mengonfirmasi kasus resmi pertama BA.2 varian Omicron pada 12 Mei 2022 yang lalu.

Negara itu menambahkan 392.920 kasus demam baru pada hari Minggu, dengan delapan kematian baru.

Jumlah keseluruhan kasus dugaan virus Corona sekarang mencapai 1.213.550 dengan 50 kematian, menurut markas besar pencegahan epidemi darurat Korea Utara.


Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan perintah untuk memobilisasi sumber daya militer untuk menstabilkan pasokan obat-obatan, tiga hari setelah menyatakan penerapan sistem pencegahan darurat maksimun.

Kim dilaporkan mengkritik pejabat sektor kesehatan masyarakat bahwa obat-obatan yangn dibeli oleh negara tidak menjangkau orang-orang secara tepat waktu dan akurat.

Namun, gelombang saat ini belum mencapai punncaknya, sebut ahli medis di Korea Utara.

Oh Myoung Don, seorang spesialis penyakit menular di Seoul National University (SNU) Hospital, memperkirakan bahwa gelombang yang sedang berlangsung di Korea Utara akan menewaskan sedikitnya 34.540 orang, berdasarkan data kematian Omicron dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS dan Pemerintah Hongkong.

Hal itu diungkapkannya dalam seminar yang diselenggarakan Institute for Peace and Unification Studies di SNU, Senin (16/5/2022).

Selain itu, Oh memproyeksikan bahwa jika 30% penduduk Utara terinfeksi, 420 ribu orang akan memerlukan rawat inap, dan jumlahnya akan meningkat menjadi 700 ribu jika sekitar 50 persen penduduk terinfeksi.

Chon Eun Mi, seorang spesialis penyakit pernapasan di Rumah Sakit Mokdong Universitas Wanita Ewha, memandang bahwa pandemi yang sedang berlangsung akan berdampak buruk pada Korea Utara, mengingat banyak orang di sana kekurangan gizi, dan tetap tidak diimunisasi terhadap Covid-19.

Korea Utara adalah satu dari dua negara di dunia yang tidak meluncurkan kampanye vaksinasi.

Menurut data terbaru dari Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekitar 11 juta warga Korea Utara, atau 42% dari populasi 25 juta, menderita kekurangan gizi antara 2018 dan 2020.

"Pasien kekurangan gizi menghadapi risiko kematian dan kematian yang lebih tinggi. dirawat di rumah sakit karena COVID-19, sama seperti penyakit lainnya," kata Chon kepada The Korea Times.

"Situasi di Korea Utara dapat berkembang serupa dengan India, di mana jumlah kumulatif kematian akibat COVID-19 berada pada level tertinggi di dunia." Dia menambahkan bahwa negara totaliter mungkin menghadapi situasi yang jauh lebih serius, karena belum memvaksinasi warganya.

Adapun vaksin, Chon mengatakan negara itu harus dilengkapi dengan dosis yang cukup untuk menginokulasi populasi lansia dan orang-orang dengan penyakit yang mendasarinya.

Tetapi bahkan jika berhasil memvaksinasi kelompok prioritas, dibutuhkan setidaknya empat minggu untuk melihat efek yang terlihat, katanya.

Dia juga berkomentar bahwa tidak ada pilihan pengobatan yang diperkenalkan oleh pemerintah Korea Utara, seperti "interferon alfa 2-b" dan obat-obatan tradisional Korea lainnya, yang terbukti efektif melalui uji klinis.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini