Share

Biden Setujui Penempatan Pasukan AS di Somalia

Agregasi VOA, · Selasa 17 Mei 2022 07:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 18 2595164 biden-setujui-penempatan-pasukan-as-di-somalia-fp4FbY6YtA.jpg Foto: US Army.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengizinkan pengerahan kembali beberapa ratus tentara Amerika ke Somalia, kata dua pejabat AS, Senin (16/5/2022) setelah Donald Trump memerintahkan penarikan mereka selama masa kepresidenannya. 

Sebelum penarikan oleh Trump, Amerika memiliki sekitar 700 tentara di Somalia yang fokus membantu pasukan lokal mengalahkan pemberontakan al Shabab yang terkait dengan al-Qaida.

BACA JUGA: "Pesawat Hantu" Misterius Terlihat di Bandara Somalia, Munculkan Dugaan Operasi Rahasia AS

"Presiden Biden telah menyetujui permintaan dari Menteri Pertahanan untuk kehadiran kembali militer AS yang gigih di Somalia guna memungkinkan perang yang lebih efektif melawan al Shabab," kata seorang pejabat senior pemerintah, yang berbicara dengan syarat namanya tidak disebutkan.

BACA JUGA: Ubah Cara Operasi, AS Akan Tarik Sebagian Pasukannya dari Afrika

"Ini adalah penempatan kembali pasukan yang sudah berada di lapangan yang sudah masuk dan keluar Somalia secara berkala sejak pemerintahan sebelumnya membuat keputusan untuk mundur," tambah pejabat itu.

Kelompok pemberontak yang terkait dengan Al-Qaida, al-Shabab, berusaha untuk menggulingkan pemerintah dan mendirikan pemerintahannya sendiri di Somalia berdasarkan interpretasi ketat terhadap hukum Syariah Islam.

Al Shabab sering melakukan pemboman di Mogadishu dan di tempat lain sebagai bagian dari perangnya melawan pemerintah pusat negara Tanduk Afrika itu.

Somalia telah mengalami konflik dan pertempuran klan tanpa pemerintah pusat yang kuat sejak jatuhnya diktator Mohamed Siad Barre pada tahun 1991. Pemerintah memiliki sedikit kendali di luar ibu kota dan kontingen Uni Afrika menjaga "Zona Hijau" seperti di Irak.

Meskipun Amerika tidak memiliki pasukan di Somalia sejak Trump memerintahkan penarikan pasukan pada Desember 2020, militer AS kadang-kadang melakukan serangan di negara itu dan memiliki pasukan di negara-negara terdekatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini