Share

Pejabat AS: Korut Persiapkan Uji Coba Rudal Jarak Jauh saat Biden Bertolak ke Asia

Susi Susanti, Okezone · Rabu 18 Mei 2022 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 18 2596014 pejabat-as-korut-persiapkan-uji-coba-rudal-jarak-jauh-saat-biden-bertolak-ke-asia-VDUdh9Gmb7.jpg Korut diduga persiapkan uji coba rudal jarak jauh saat Presiden AS hendak bertolak ke Asia (Foto: EPA-EFE/KCNA)

NEW YORK - Korea Utara (Korut) diduga sedang mempersiapkan kemungkinan uji coba rudal balistik antarbenua dalam 48 hingga 96 jam ke depan, ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dijadwalkan melakukan perjalanan ke Asia.

"Hal-hal yang kami perhatikan di masa lalu untuk peluncuran adalah hal-hal yang kami perhatikan sekarang," terang seorang pejabat AS yang mengetahui penilaian intelijen terbaru.

Situs peluncuran di bawah pengamatan satelit terletak di dekat Pyongyang. Pejabat itu tidak akan merinci secara spesifik citra saat ini, tetapi biasanya, analis intelijen mencari tanda-tanda perancah atau peralatan peluncur lainnya, bahan bakar, kendaraan, dan personel.

Menurut rencana, Biden berangkat ke Korea Selatan (Korsel) pada Kamis (19/5/2022) dan akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol sebelum melakukan perjalanan ke Jepang pada Minggu (22/5/2022) di mana ia akan bertemu dengan para pemimpin Jepang, Australia dan India.

 Baca juga: Takut Miskomunikasi Perang Rusia-Ukraina, AS Batalkan Uji Coba Rudal Nuklir

Korea Utara diketahui telah melakukan sejumlah uji coba rudal balistik tahun ini, dan militer AS serta badan intelijen menilai Pyongyang mungkin juga sedang mempersiapkan uji coba nuklir bawah tanah pertamanya dalam hampir lima tahun.

Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Balistik, Diduga dari Kapal Selam

AS sekarang percaya bahwa peluncuran rudal Korea Utara pada 4 Mei adalah ICBM gagal yang meledak tak lama setelah peluncuran.

AS juga telah menilai bahwa dua uji coba rudal balistik pada 26 Februari dan 4 Maret melibatkan ICBM baru yang sedang dikembangkan oleh Korea Utara. Menurut Pentagon, rudal tersebut awalnya ditampilkan untuk pertama kalinya pada parade Partai Pekerja Korea pada 10 Oktober 2020. Tes awal tahun ini dimaksudkan sebagai evaluasi dan tidak mencoba untuk menunjukkan jangkauan ICBM. Tes jangkauan rudal bisa dilakukan nanti.

Setelah mengumumkan temuan tersebut pada bulan Maret, Pentagon meningkatkan aktivitas pengawasan di Laut Kuning serta "meningkatkan kesiapan" pertahanan rudal AS di wilayah tersebut.

CNN melaporkan awal bulan ini bahwa militer AS dan badan-badan intelijen menilai bahwa Korea Utara dapat siap untuk melanjutkan uji coba nuklir bawah tanah.

Penilaian itu menyimpulkan bahwa pemerintah Kim Jong Un sedang melakukan persiapan di lokasi uji coba nuklir Punggye-ri dan bisa siap untuk melakukan uji coba pada akhir bulan. Tanda-tanda aktivitas personel dan kendaraan di lokasi telah terlihat melalui citra satelit, tetapi para pejabat tidak tahu apakah rezim telah menempatkan bahan nuklir di salah satu terowongan bawah tanah di lokasi uji, yang telah diawasi ketat oleh AS.

Jika Korea Utara melakukan uji coba, itu akan menjadi uji coba nuklir bawah tanah ketujuh negara itu dan yang pertama sejak 2017.

Perjalanan Biden ke kawasan itu minggu ini hanyalah contoh terbaru Presiden AS telah melakukan perjalanan ke Asia di tengah ancaman uji coba nuklir.

Sebelumnya Pyongyang sedang mempersiapkan uji coba pada 2014 ketika Presiden Barack Obama saat itu melakukan perjalanan ke Korea Selatan, dan negara itu. melakukan tes segera setelah Obama dan para pemimpin lainnya meninggalkan Asia pada 2016.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini