Share

Gara-Gara Komentar Garis Keturunan, Mahathir Ancam Seret Ketua UMNO ke Pengadilan

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 18 Mei 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 18 2596109 gara-gara-komentar-garis-keturunan-mahathir-ancam-seret-ketua-umno-ke-pengadilan-Jpps8OWWOa.jpg Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menuntut permintaan maaf dari pimpinan partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ahmad Zahid Hamidi karena mengklaim bahwa dia telah memalsukan identitasnya sebagai orang Melayu.

Dalam sebuah posting Facebook pada Selasa (17/5/2022) Mahathir menyebut Zahid sebagai “pembohong kompulsif”, menambahkan bahwa ia akan mengambil tindakan hukum jika Zahid tidak meminta maaf.

“Zahid pembohong. Orang kulit putih mengatakan 'pembohong kompulsif'. Sebelumnya selama kampanye pemilihan umum ke-14, dia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa kartu identitas asli saya telah menyebut saya sebagai Mahathir a/l Iskandar Kutty,” kata Mahathir dalam postingnya sebagaimana dilansir Channel News Asia.

A/l adalah kependekan dari “anak lelaki” (anak laki-laki) yang biasa digunakan untuk nama orang Malaysia keturunan India. Pria Melayu menggunakan "bin (putra)" dalam nama mereka.

Mahathir, yang telah memimpin UMNO selama beberapa dekade dan sekarang menjadi ketua partai Parti Pejuang Tanahair (Pejuang), mengatakan Ahmad Zahid telah menuduh bahwa dia menerima kartu identitas dengan nama tersebut dari direktur jenderal Departemen Registrasi Nasional.

“Tuduhan Zahid ini adalah menuduh saya keturunan India dan telah menggunakan bahasa Melayu selama 22 tahun saya menjadi perdana menteri,” kata Mahathir, seraya menambahkan bahwa Zahid tidak menunjukkan bukti apa pun untuk mendukung klaim ini.

Dalam postingannya, Mahathir memberikan tautan ke artikel Malaysiakini tertanggal 30 Juli 2017, yang melaporkan ucapan Ahmad Zahid dalam pidatonya di pertemuan UMNO.

“Dia ingin mendiskreditkan saya sedemikian rupa dengan menunjukkan kepada publik bahwa saya telah berbohong tentang status ras saya,” tulis Mahathir.

“Dengan itu dia ingin membantah kelayakan saya memimpin UMNO, partai-partai Melayu lainnya dan juga orang Melayu secara keseluruhan.

“Ternyata saya ‘anak lelaki’ dan bukan ‘bin’, jadi saya bukan orang Melayu.”

Mahathir, yang akan berusia 96 tahun pada Juli, mengatakan dia tidak menyangkal bahwa dia memiliki garis keturunan India dan telah menyatakan banyak hal dalam bukunya.

“Tapi faktanya, akta kelahiran dan kartu identitas saya mengatakan Mahathir bin Mohamad.

“Menurut Konstitusi Malaysia (Pasal 160), saya orang Melayu dan perjuangan saya adalah membela kepentingan ras saya,” tulisnya.

Mahathir menambahkan bahwa orang tuanya lahir di Malaya sebelum kemerdekaan Malaysia dan keluarganya menganut Islam, berbicara bahasa Melayu di rumah dan mempraktikkan tradisi Melayu.

Dia mengatakan kebohongan Zahid yang mencemarkan nama baik mendorongnya untuk mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum.

“Sebelumnya saya tidak pernah suka menggunakan pengadilan meskipun banyak yang memfitnah saya, karena saya menyadari dalam kampanye politik akan ada beberapa yang bertindak di luar batas.

"Tapi kali ini saya merasa perlu untuk bertindak karena sikap berbohong Zahid memuakkan dan tidak bisa dibiarkan begitu saja," kata Mahathir.

“Itu tidak hanya merusak reputasi saya, tetapi tindakan dia berbohong kepada pendukung UMNO dan orang Melayu lainnya untuk tetap berkuasa sangat berbahaya.”

Mahathir mengangkat masalah garis keturunan sebagai tanggapan atas gugatan pencemaran nama baik Ahmad Zahid terhadapnya.

Gugatan, yang diajukan pada April tahun ini, berkaitan dengan komentar mantan Mahathir bahwa Ahmad Zahid telah meminta bantuannya untuk membatalkan kasus pengadilan korupsinya.

Pemimpin UMNO telah mengajukan pernyataan klaimnya pada 20 April di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur, meminta perintah pengadilan agar Mahathir tidak mengulangi pernyataannya tersebut.

Dalam posting Facebook pada Selasa, Mahathir mengatakan dia “bosan dengan sikap Zahid”.

Dia mengatakan dia tidak akan merinci gugatan itu tetapi akan bertemu Ahmad Zahid di pengadilan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini