Share

Ngaku Anggota Bareskrim, Pemuda Ini Curi Logam Mulia Seberat 80 Gram

Mukmin Azis, iNews · Jum'at 20 Mei 2022 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 340 2597584 ngaku-anggota-bareskrim-pemuda-ini-curi-logam-mulia-seberat-80-gram-FizfIESzS7.jpg Pemuda yang ngaku polisi saat ditangkap (foto: MPI/Azis)

BALIKPAPAN - Seorang polisi gadungan ditangkap Direktorat Samapta Polda Kalimantan Timur (Kaltim), Rei (20) usai mendatangi Direktorat Samapta mencari rekannya yang bertugas di Polda Kaltim. Dia mengaku perwira polisi yang baru saja pindah tugas dari Bareskrim Mabes Polri.

"Menurut pelaku rekannya itu bertugas di Ditsamapta. Tapi anggota penjagaan tidak ada yang tahu maupun mengenal. Dia mengaku-ngaku sebagai anggota Polda Kaltim yang baru saja pindah dari Bareskrim Polri, " terang Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutedjo, Jumat (20/5/2022).

 BACA JUGA:Waspada, Pencurian Motor Bermodus Debt Collector Terjadi di Tangerang

Sebagai polisi gadungan, warga Jalan Sulawesi Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah tersebut berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Seragam itu dia peroleh dengan membelinya di online shop. Di lengan kanan tertempel emblem Bareskrim.

Rieky mengaku sebagai lulusan Akpol angkatan 52 yang baru dipindah tugaskan Bareskrim ke Kalimantan Timur.

"Anggota kami kemudian membawanya ke panjagaan, dan di situ yang bersangkutan mengaku bahwa dia bukanlah anggota Polri," ungkap Yusuf.

 BACA JUGA:Pasutri Muda Nekat Jadi Komplotan Spesialis Pencurian di Minimarket

Dia menerangkan, dari aksinya menjadi perwira polisi gadungan, pemuda bernama lengkap Rieky Jamhari tersebut diduga melakoni aksi pencurian logam mulia dengan jumlah kerugian korban mencapai Rp80 Juta.

Subdit Jatanras Ditreskrimum mengendus keterlibatan Rieky dalam aksi pencurian di sebuah apartemen yang terjadi pada 25 Februari 2022 lalu.

Barang yang diambil berupa logam mulia berjumlah 80 gram serta jam tangan merek Guess. Yusuf menambahkan, bahwa tersangka dengan korban sudah saling mengenal.

"Korban sering meninggalkan kunci akses apartemen, dan pelaku bebas keluar masuk apartemen. Saat korban bepergian, pelaku melancarkan aksinya," jelasnya.

Saat menjalani interogasi, tersangka mengaku barang-barang hasil curiannya di jual terpisah di sejumlah toko emas dan Kantor Pegadaian. Kasus tersebut mulanya dilaporkan lantaran korban melihat foto tersangka sambil mengenakan jam tangan yang sama dengan miliknya di sebuah postingan akun sosial media tersangka. Dari situ polisi melakukan penyelidikan, tapi belum berhasil melacak keberadaan Rieky.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini